Kisah memilukan dialami seorang ibu berinisial IN (31), warga Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Perempuan tersebut harus menghadapi kehilangan bayinya setelah proses persalinan, sekaligus menjalani tindakan medis berupa pengangkatan rahim.
Peristiwa tersebut terjadi setelah IN menjalani persalinan anak keduanya di Puskesmas Tapos pada September 2026. Sebelumnya, IN diketahui rutin melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan tersebut. Keluarga memilih Puskesmas Tapos karena selama masa kehamilan, pemeriksaan dilakukan di sana berdasarkan arahan tenaga kesehatan.
Namun, proses persalinan yang diharapkan berjalan lancar berakhir dengan kondisi yang sangat berat bagi keluarga. Bayi IN meninggal dunia, sementara sang ibu kemudian harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut hingga akhirnya menjalani pengangkatan rahim.
Keluarga pasien kemudian mempertanyakan proses penanganan yang dilakukan sejak berada di Puskesmas Tapos hingga mendapatkan rujukan ke rumah sakit. Ayah pasien, Kusmoyo, menyampaikan bahwa keluarga ingin memperoleh penjelasan mengenai rangkaian tindakan medis yang diberikan kepada anaknya.
Keluarga juga mempertanyakan proses rujukan pasien ke rumah sakit. Dalam perkembangannya, persoalan tersebut menjadi perhatian Komisi D DPRD Kota Depok yang melakukan peninjauan ke Puskesmas Tapos untuk meminta penjelasan mengenai penanganan terhadap pasien.
Dinas Kesehatan Kota Depok telah melakukan pemeriksaan terhadap tenaga medis dan meminta penjelasan mengenai tahapan penanganan pasien. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara menyeluruh proses pelayanan yang diberikan mulai dari Puskesmas Tapos hingga pasien dirujuk ke rumah sakit.
Dinas Kesehatan juga menyatakan bahwa dugaan adanya kelalaian dalam penanganan medis perlu diperiksa berdasarkan fakta dan prosedur yang berlaku. Dengan demikian, belum dapat disimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan kelalaian medis sebelum proses investigasi selesai dan seluruh fakta diperiksa.
Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap penanganan kasus tersebut. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran prosedur, tindak lanjut akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kasus tersebut adalah mekanisme rujukan pasien. Komisi D DPRD Kota Depok mempertanyakan alasan pasien dirujuk ke rumah sakit tertentu, termasuk pertimbangan fasilitas dan tenaga medis yang tersedia pada saat kondisi pasien membutuhkan penanganan.
Dinas Kesehatan Kota Depok menjelaskan bahwa Puskesmas Tapos selama ini memiliki dokter spesialis kandungan pembina yang bekerja di rumah sakit rujukan tersebut. Pada saat kejadian, rumah sakit tersebut disebut menjadi fasilitas yang memberikan respons terhadap kondisi pasien.
Namun, pihak keluarga sebelumnya mempertanyakan waktu penanganan setelah pasien tiba di rumah sakit rujukan. Persoalan tersebut kemudian menjadi bagian dari informasi yang perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui apakah seluruh prosedur kegawatdaruratan telah dijalankan sesuai standar.
Komisi D DPRD Kota Depok turut menyoroti prosedur pelayanan dan rujukan dalam kasus tersebut. Evaluasi dinilai penting agar setiap pasien yang mengalami kondisi darurat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis dan tidak mengalami keterlambatan yang dapat meningkatkan risiko.
Kasus ini juga menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan ibu dan bayi dalam proses persalinan. Sistem rujukan menjadi salah satu bagian penting dalam pelayanan kesehatan, terutama ketika fasilitas kesehatan tingkat pertama membutuhkan dukungan rumah sakit dengan peralatan dan tenaga spesialis yang lebih lengkap.
Bagi keluarga IN, persoalan tersebut bukan hanya mengenai kehilangan bayi, tetapi juga perubahan besar dalam kehidupan sang ibu setelah harus menjalani pengangkatan rahim. Keluarga berharap seluruh rangkaian kejadian dapat dijelaskan secara terbuka sehingga mereka memperoleh kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Dinas Kesehatan Kota Depok kini masih melakukan pemeriksaan terhadap penanganan medis dalam kasus tersebut. Hasil investigasi nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses pelayanan, keputusan rujukan, hingga tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi kondisi persalinan yang membutuhkan penanganan segera. Koordinasi antara puskesmas, rumah sakit rujukan, tenaga medis, serta keluarga pasien menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan berjalan sesuai prosedur.
Hingga proses pemeriksaan selesai, penyebab pasti meninggalnya bayi dan alasan medis dilakukannya pengangkatan rahim perlu menunggu hasil evaluasi dari pihak yang berwenang. Seluruh pihak diharapkan menghormati proses pemeriksaan agar kesimpulan mengenai kasus tersebut didasarkan pada bukti dan keterangan medis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !