IAT Akui Mesin ATR 42-500 Bermasalah Sehari Sebelum Jatuh

IAT Akui Mesin Pesawat ATR 42-500 Bermasalah Sehari Sebelum Jatuh

JAKARTA – Manajemen Indonesia Air Transport (IAT) mengungkap fakta penting terkait kecelakaan pesawat ATR 42-500. Secara terbuka, manajemen IAT mengakui adanya gangguan pada mesin pesawat ATR 42-500 sehari sebelum insiden jatuh terjadi.

Selain itu, pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publik karena membuka kemungkinan faktor teknis dalam kecelakaan ini. Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 masih menjalani penerbangan rutin sebelum akhirnya kehilangan kontak saat terbang menuju Makassar.

Ilustrasi pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport

Pengakuan Resmi Manajemen IAT

Pertama, Direktur Operasional IAT menjelaskan bahwa tim teknis menemukan indikasi gangguan pada mesin saat pesawat masih berada di darat. Tim perawatan mencatat temuan tersebut satu hari sebelum jadwal penerbangan terakhir.

Selanjutnya, manajemen IAT menyatakan teknisi langsung melakukan pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur. Setelah menyelesaikan pengecekan, tim internal menyatakan pesawat memenuhi standar operasional untuk terbang.

Meski begitu, pengakuan terkait mesin pesawat ATR 42-500 bermasalah tetap menjadi fokus utama dalam proses investigasi lanjutan.

Kronologi Penerbangan Terakhir

Pada hari keberangkatan, pesawat ATR 42-500 milik IAT lepas landas sesuai jadwal dari bandara asal. Sebelum terbang, kru menjalankan seluruh prosedur standar penerbangan.

Kemudian, saat pesawat memasuki wilayah udara Sulawesi Selatan, kru masih menjalin komunikasi rutin dengan petugas pengatur lalu lintas udara. Namun, tidak lama setelah itu, pesawat kehilangan kontak.

Akibat situasi tersebut, petugas mencoba melakukan pemanggilan ulang. Sayangnya, upaya tersebut tidak memperoleh respons sehingga otoritas penerbangan segera mengaktifkan prosedur darurat.

Upaya Pencarian dan Penemuan Lokasi

Setelah menerima laporan hilangnya pesawat, tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian. Tim melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dari wilayah setempat.

Namun demikian, medan pencarian yang berat menjadi tantangan utama. Wilayah pegunungan dengan kondisi cuaca yang cepat berubah memperlambat proses evakuasi.

Akhirnya, tim SAR berhasil menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 di kawasan pegunungan. Penemuan tersebut memastikan lokasi jatuhnya pesawat.

Kondisi Kru dan Penumpang

Pesawat tersebut membawa sejumlah kru dan penumpang yang tengah menjalankan tugas dinas. Seluruh kru tercatat memiliki pengalaman penerbangan yang memadai.

Selain itu, pemeriksaan medis sebelum keberangkatan menunjukkan kru berada dalam kondisi sehat. Otoritas terkait menyampaikan informasi ini untuk meluruskan berbagai spekulasi.

Pernyataan Kementerian Perhubungan

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa pesawat ATR 42-500 telah mengantongi sertifikat kelaikudaraan yang masih berlaku.

Meski menemukan laporan mesin pesawat ATR 42-500 bermasalah sehari sebelumnya, kementerian menegaskan bahwa semua temuan teknis harus melalui investigasi menyeluruh.

Oleh karena itu, kementerian meminta masyarakat menunggu hasil resmi sebelum menarik kesimpulan terkait penyebab kecelakaan.

Peran KNKT dalam Investigasi

Selanjutnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengambil alih proses penyelidikan kecelakaan ini. Tim KNKT mengumpulkan data teknis, termasuk catatan perawatan pesawat.

Selain itu, KNKT juga menelaah laporan terkait mesin pesawat ATR 42-500 bermasalah sebagai bagian penting dari analisis.

Hasil analisis tersebut akan menentukan apakah gangguan mesin memiliki hubungan langsung dengan kecelakaan.

Tanggapan Publik dan Pengamat

Di sisi lain, pengamat penerbangan menilai keterbukaan manajemen IAT sebagai langkah positif. Transparansi dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Namun, para pengamat juga mengingatkan perusahaan penerbangan agar selalu memastikan proses perawatan memenuhi standar keselamatan internasional.

Komitmen IAT terhadap Keselamatan

Sebagai bentuk tanggung jawab, manajemen IAT menyatakan komitmen untuk bekerja sama penuh dengan otoritas terkait.

Selain itu, perusahaan juga berencana melakukan evaluasi internal terhadap prosedur perawatan pesawat guna mencegah kejadian serupa.

Penutup

Sebagai kesimpulan, pengakuan IAT mengenai mesin pesawat ATR 42-500 bermasalah sehari sebelum jatuh menjadi bagian penting dalam rangkaian investigasi. Kini, publik menantikan hasil resmi penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

Sumber: Siaran video dan keterangan resmi pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !