Keputusan Pemerintah Italia untuk menghibahkan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia terus menjadi perhatian publik. Di balik pemberian kapal perang tersebut, media pertahanan Italia mengungkap adanya paket kerja sama industri pertahanan bernilai lebih dari 1,53 miliar euro atau setara dengan lebih dari Rp25 triliun. Informasi tersebut memunculkan pandangan bahwa hibah kapal induk bukan sekadar bentuk kerja sama pertahanan, tetapi juga bagian dari strategi memperluas hubungan bisnis industri militer antara kedua negara.
Sebelumnya, DPR RI melalui Rapat Paripurna telah menyetujui usulan pemerintah terkait penerimaan hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia. Persetujuan tersebut diberikan setelah melalui pembahasan di Komisi I DPR RI yang menilai hibah tersebut dapat memperkuat kemampuan pertahanan maritim Indonesia sekaligus mempercepat proses modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista).
Laporan media pertahanan Italia menyebutkan bahwa kapal induk tersebut sebelumnya sempat ditawarkan dengan nilai sekitar 450 juta dolar Amerika Serikat. Namun dalam perkembangan selanjutnya, Pemerintah Italia memilih skema hibah sebagai bagian dari paket kerja sama pertahanan yang lebih luas. Langkah tersebut dinilai memberikan keuntungan strategis bagi kedua negara, terutama dalam mempererat hubungan diplomatik dan membuka peluang kontrak industri pertahanan bernilai besar.
Paket kerja sama yang dimaksud disebut meliputi pengadaan enam kapal selam produksi perusahaan pertahanan Italia, pesawat latih M-346 buatan Leonardo, pesawat patroli maritim, hingga berbagai proyek industri pertahanan lainnya. Selain itu, perusahaan galangan kapal Italia, Fincantieri, juga telah memperoleh sejumlah kontrak pembangunan kapal perang untuk Indonesia. Dengan demikian, hibah kapal induk dipandang sebagai bagian dari kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Dari sisi Indonesia, pemerintah menilai penerimaan hibah tersebut memberikan keuntungan karena negara tidak perlu mengeluarkan biaya pembelian kapal yang nilainya sangat besar. Meski demikian, pemerintah tetap akan menanggung biaya modifikasi, pemeliharaan, modernisasi sistem, serta penyesuaian operasional agar kapal dapat digunakan sesuai kebutuhan TNI Angkatan Laut. Berbagai kajian teknis juga telah dilakukan sebelum usulan hibah diajukan kepada DPR RI.
ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk pertama yang dioperasikan Angkatan Laut Italia dan telah bertugas selama beberapa dekade sebelum akhirnya dipensiunkan. Kapal ini memiliki panjang sekitar 180 meter dan sebelumnya dirancang untuk mengoperasikan pesawat tempur lepas landas vertikal serta berbagai jenis helikopter militer. Pemerintah Indonesia disebut berencana memanfaatkan kapal tersebut sebagai kapal induk helikopter maupun wahana pendukung operasi pesawat tanpa awak (drone) setelah dilakukan sejumlah penyesuaian teknis.
Di sisi lain, sejumlah pengamat pertahanan mengingatkan bahwa keberhasilan pemanfaatan kapal induk tersebut tidak hanya bergantung pada proses hibah, tetapi juga kesiapan anggaran operasional, infrastruktur pendukung, sumber daya manusia, hingga kemampuan integrasi dengan sistem pertahanan nasional. Pengelolaan kapal induk membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga diperlukan perencanaan jangka panjang agar aset strategis tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi pertahanan Indonesia.
Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Italia selama beberapa tahun terakhir memang menunjukkan tren yang semakin erat. Selain pengadaan berbagai alutsista, kedua negara juga menjalin kolaborasi di bidang transfer teknologi, industri pertahanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Apabila seluruh paket kerja sama tersebut terealisasi sesuai rencana, hubungan bilateral Indonesia dan Italia diperkirakan akan semakin kuat, khususnya dalam sektor pertahanan dan industri strategis nasional.
Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !