Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kerja sama dengan Jepang dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi implementasi Employment for Skill Development Program (ESDP) Indonesia-Jepang yang direncanakan mulai diberlakukan pada April 2027.
Program ESDP dinilai dapat membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi selama berada di Jepang. Melalui program tersebut, pemerintah ingin memastikan calon peserta memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja di Negeri Sakura.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan, persiapan tenaga kerja menjadi salah satu hal penting yang perlu dilakukan sejak dini. Menurutnya, kesempatan bekerja atau mengikuti pengembangan keterampilan di Jepang tidak hanya berkaitan dengan pengalaman kerja, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Dalam rangka mempersiapkan program tersebut, Kemnaker melakukan penjajakan kerja sama dengan AIDEM Inc., perusahaan Jepang yang bergerak di bidang penyediaan informasi pasar kerja bagi masyarakat Jepang maupun warga negara asing. Informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dan lowongan pekerjaan di Jepang nantinya dapat menjadi salah satu bahan dalam menyiapkan calon peserta dari Indonesia.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan industri Jepang. Dengan mengetahui jenis pekerjaan, kompetensi, serta keterampilan yang dibutuhkan perusahaan, program pelatihan bagi calon peserta dapat disusun secara lebih tepat dan sesuai dengan kondisi pasar kerja.
Kemnaker juga menilai bahwa kesiapan tenaga kerja tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan teknis. Calon pekerja perlu mendapatkan pembekalan mengenai bahasa Jepang, budaya kerja, kedisiplinan, keselamatan kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional yang berbeda.
Kebutuhan Jepang terhadap tenaga kerja terampil sebelumnya juga telah menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Sejumlah sektor seperti otomotif, transportasi, konstruksi, pertanian, dan caregiving dinilai memiliki peluang bagi tenaga kerja Indonesia. Karena itu, pelatihan dan pembekalan di dalam negeri perlu disesuaikan dengan kebutuhan nyata perusahaan pengguna tenaga kerja di Jepang.
Selain meningkatkan kompetensi sebelum keberangkatan, pemerintah juga memperhatikan aspek perlindungan tenaga kerja Indonesia selama berada di Jepang. Pembekalan mengenai hak dan kewajiban pekerja, kesiapan mental, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman terhadap aturan dan budaya setempat menjadi bagian penting agar tenaga kerja dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik.
Pengalaman bekerja di Jepang juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi tenaga kerja Indonesia. Selain memperoleh pengalaman profesional, peserta dapat mempelajari teknologi, metode kerja, serta budaya produktivitas yang kemudian dapat menjadi modal ketika kembali dan berkontribusi di Indonesia.
Kemnaker berharap kolaborasi dengan berbagai pihak di Jepang dapat memperkuat hubungan ketenagakerjaan kedua negara sekaligus memperluas kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia. Penyiapan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri diharapkan membuat peluang kerja internasional dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan tetap dilakukan melalui jalur yang resmi serta terarah.
Dengan persiapan yang dilakukan sebelum program ESDP berjalan pada 2027, pemerintah menargetkan calon peserta memiliki kompetensi yang lebih matang dan mampu memenuhi standar dunia kerja Jepang. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah perubahan kebutuhan pasar kerja global.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !