Kakek Hilang Selama Tiga Bulan di Manggarai Timur Ditemukan Tinggal Tengkorak di Aliran Sungai

Kakek Hilang Selama Tiga Bulan di Manggarai Timur Ditemukan Tinggal Tengkorak di Aliran Sungai

Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah seorang pria lanjut usia bernama Donatus Tahuk (71) yang dilaporkan hilang selama kurang lebih tiga bulan akhirnya ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Saat ditemukan, jasad korban sudah mengalami pembusukan lanjut dan hanya menyisakan kerangka tulang atau tengkorak di kawasan anak Kali Wae Wodong, Desa Benteng Raja, Kecamatan Borong.

Korban diketahui merupakan warga Kampung Tanjung, Desa Benteng Riwu, Kecamatan Borong. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Donatus dilaporkan hilang sejak 21 April 2026 setelah meninggalkan rumah dan tidak pernah kembali. Keluarga bersama warga sempat melakukan berbagai upaya pencarian, namun keberadaan korban tidak berhasil ditemukan hingga akhirnya penemuan kerangka tersebut mengungkap akhir dari pencarian yang berlangsung selama tiga bulan.

Kerangka korban pertama kali ditemukan oleh dua warga yang sedang mencari ikan di hulu Kali Wae Wodong pada Minggu sore. Keduanya melihat adanya tulang-belulang manusia di sekitar aliran sungai dan segera melaporkan penemuan tersebut kepada keluarga korban. Informasi itu kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian yang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan proses identifikasi awal.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, menjelaskan bahwa kondisi jenazah telah mengalami pembusukan sangat lanjut sehingga yang tersisa hanyalah kerangka tulang-belulang. Korban ditemukan dalam posisi telentang di dalam anak sungai dengan sebagian besar jaringan tubuh telah terurai akibat proses alami selama berada di lokasi tersebut.

Setelah dilakukan identifikasi awal, keluarga memastikan bahwa kerangka tersebut merupakan Donatus Tahuk berdasarkan pakaian serta sejumlah ciri yang masih dapat dikenali. Pada Minggu malam sekitar pukul 23.20 WITA, jenazah kemudian dievakuasi oleh keluarga dengan bantuan aparat kepolisian menuju rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan sesuai adat dan kepercayaan keluarga.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti meninggalnya korban. Aparat memeriksa lokasi penemuan, meminta keterangan dari keluarga maupun saksi, serta mengumpulkan berbagai informasi yang dapat membantu mengungkap kronologi lengkap sebelum korban dinyatakan hilang. Meski demikian, belum ditemukan indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana dan penyelidikan masih terus berlangsung.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penanganan cepat terhadap laporan orang hilang, khususnya bagi warga lanjut usia yang beraktivitas seorang diri di kawasan hutan, kebun, maupun daerah terpencil. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda keberadaan orang hilang atau benda mencurigakan agar proses pencarian dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Kejadian tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban yang selama berbulan-bulan berharap Donatus dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Meski pencarian berakhir dengan kabar yang menyedihkan, keluarga akhirnya memperoleh kepastian mengenai keberadaan korban sehingga proses pemakaman dapat dilakukan secara layak sesuai tradisi setempat.

Jurnalis : Danilo Fernandes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !