Jangan Salah, Ini Batas Aman Minum Obat yang Expired Date-nya Cuma Tulis Bulan dan Tahun

Jangan Keliru, Ini Cara Membaca Batas Kedaluwarsa Obat yang Hanya Mencantumkan Bulan dan Tahun

Tanggal kedaluwarsa menjadi salah satu informasi penting yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat. Namun, tidak semua kemasan obat mencantumkan tanggal secara lengkap. Pada sejumlah produk, informasi kedaluwarsa hanya ditulis dalam bentuk bulan dan tahun, misalnya “EXP 10/2026”. Kondisi tersebut terkadang membuat masyarakat bingung mengenai kapan tepatnya obat tersebut tidak boleh lagi digunakan.

Jika informasi kedaluwarsa hanya mencantumkan bulan dan tahun, tanggal tersebut pada umumnya merujuk pada batas akhir bulan yang tertera. Sebagai contoh, apabila pada kemasan tertulis EXP 10/2026, maka tanggal kedaluwarsanya dipahami sebagai akhir Oktober 2026. Setelah memasuki bulan berikutnya, obat tersebut sudah melewati tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan.

Badan pengawas obat di berbagai negara menggunakan ketentuan pelabelan untuk memberikan informasi mengenai masa simpan suatu produk. FDA, misalnya, menyatakan bahwa apabila label hanya mencantumkan tahun dan bulan karena keterbatasan ruang, tanggal kedaluwarsa dianggap jatuh pada hari terakhir dari bulan tersebut.

Jangan Sengaja Menunggu Sampai Lewat Tanggal

Meski tanggal kedaluwarsa masih menunjukkan bulan berjalan, penggunaan obat tetap harus memperhatikan kondisi kemasan dan cara penyimpanannya. Obat yang disimpan tidak sesuai petunjuk, misalnya terkena panas, kelembapan, atau cahaya yang tidak sesuai, dapat mengalami perubahan kualitas meskipun tanggal kedaluwarsanya belum tercapai.

Tanggal kedaluwarsa menunjukkan periode ketika produsen memiliki dasar berdasarkan pengujian stabilitas bahwa obat tetap memenuhi standar kekuatan, kualitas, dan kemurnian apabila disimpan sesuai kondisi yang ditentukan. Karena itu, tanggal tersebut bukan sekadar informasi administratif pada kemasan.

Setelah melewati tanggal kedaluwarsa, tidak ada jaminan bahwa obat masih memiliki kekuatan dan kualitas seperti yang seharusnya. Beberapa obat dapat mengalami penurunan potensi sehingga tidak memberikan efek yang diharapkan. Dalam kondisi tertentu, perubahan pada obat juga dapat menimbulkan risiko lain.

Perhatikan Kondisi dan Cara Penyimpanan

Masyarakat juga perlu memahami bahwa tanggal kedaluwarsa bukan satu-satunya hal yang menentukan kualitas obat. Petunjuk penyimpanan yang tercantum pada kemasan harus diperhatikan. Ada obat yang membutuhkan penyimpanan pada suhu tertentu, sementara produk lain perlu dijauhkan dari paparan cahaya atau kelembapan berlebihan.

Obat yang kemasannya rusak, berubah bentuk, warna, bau, atau teksturnya juga sebaiknya tidak digunakan sebelum mendapatkan penjelasan dari tenaga kesehatan. Perubahan fisik dapat menjadi tanda bahwa kualitas produk telah terganggu, meskipun tanggal kedaluwarsanya belum terlewati.

Berbeda dengan Obat yang Sudah Dibuka atau Diolah

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perbedaan antara tanggal kedaluwarsa yang tercantum dari produsen dengan batas penggunaan setelah obat dibuka atau diolah. Beberapa jenis obat memiliki batas penggunaan tertentu setelah kemasan dibuka, dilarutkan, dicampur, atau mengalami perubahan kondisi penyimpanan.

Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya menganggap bahwa semua obat dapat digunakan sampai tanggal kedaluwarsa yang tercetak tanpa memperhatikan petunjuk tambahan. Informasi pada kemasan, etiket, atau petunjuk dari apoteker tetap menjadi acuan penting.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Obat Sudah Kedaluwarsa?

Jika menemukan obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa, langkah yang paling aman adalah tidak menggunakannya. Obat kedaluwarsa sebaiknya dipisahkan dari obat yang masih dapat digunakan agar tidak tertukar.

Untuk pembuangan, masyarakat sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau meminta arahan apoteker mengenai cara membuang obat yang sudah tidak digunakan. FDA juga menyarankan agar masyarakat mengikuti instruksi pembuangan khusus apabila tersedia dan memanfaatkan fasilitas pengembalian obat yang sesuai jika tersedia di wilayahnya.

Pada akhirnya, membaca tanggal kedaluwarsa dengan benar merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga keamanan penggunaan obat. Jika kemasan hanya mencantumkan bulan dan tahun, batasnya pada prinsipnya mengacu pada akhir bulan tersebut. Namun, setelah tanggal kedaluwarsa terlewati, obat tidak lagi dapat dianggap memiliki jaminan kualitas dan efektivitas seperti ketika masih berada dalam masa simpannya.

Apabila terdapat keraguan mengenai kondisi obat, tanggal penggunaannya, atau cara penyimpanannya, masyarakat sebaiknya meminta penjelasan kepada apoteker atau tenaga kesehatan daripada mengambil keputusan sendiri. Langkah tersebut penting terutama untuk obat yang digunakan secara rutin atau untuk kondisi kesehatan tertentu.

Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi

“`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !