Dedi Mulyadi Sarankan Santunan Keluarga Satpam Jatiluhur Disimpan dalam Bentuk Deposito

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat diwawancarai meninjau Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026).

Dedi Mulyadi Sarankan Santunan Keluarga Satpam Jatiluhur Disimpan dalam Bentuk Deposito

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyarankan agar sebagian santunan yang diterima keluarga almarhum petugas keamanan (satpam) Waduk Jatiluhur disimpan dalam bentuk deposito. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan agar dana bantuan tidak habis digunakan dalam waktu singkat dan dapat dimanfaatkan untuk menjamin kebutuhan pendidikan serta masa depan anak-anak korban.

Saran tersebut disampaikan setelah Dedi Mulyadi bertemu langsung dengan keluarga korban. Ia menilai pengelolaan dana santunan harus dilakukan secara bijaksana agar memberikan manfaat jangka panjang, bukan hanya memenuhi kebutuhan sesaat. Oleh karena itu, sebagian dana diusulkan ditempatkan dalam deposito sehingga tetap aman sekaligus menghasilkan nilai tambah melalui bunga atau bagi hasil sesuai ketentuan lembaga keuangan yang digunakan.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyerahkan bantuan pendidikan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat dalam bentuk deposito yang diperuntukkan bagi anak korban. Bantuan tersebut diharapkan menjadi jaminan biaya pendidikan hingga anak menyelesaikan sekolah, sehingga keluarga tidak perlu khawatir mengenai keberlangsungan pendidikan di tengah musibah yang mereka alami.

Selain memberikan bantuan, Dedi menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pertimbangan dalam penyaluran santunan. Ia menyebut sebagian dana diarahkan untuk membantu menyelesaikan kewajiban almarhum kepada pihak lain, sementara sisanya difokuskan untuk kepentingan keluarga, terutama kebutuhan pendidikan anak-anak. Menurutnya, pola penyaluran tersebut lebih memberikan manfaat dibandingkan menyerahkan seluruh bantuan dalam bentuk uang tunai.

Dedi juga memastikan keluarga korban memperoleh berbagai hak lain yang berasal dari program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan adanya santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, bantuan pemerintah, serta dukungan dari berbagai pihak, kondisi ekonomi keluarga diharapkan tetap terjaga meskipun kehilangan tulang punggung keluarga. Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab demi masa depan anak-anak korban.

Menurut Dedi, perhatian pemerintah tidak berhenti pada pemberian santunan semata. Ia menyatakan salah satu anak korban akan menjadi anak asuh untuk mendapatkan dukungan pendidikan hingga dewasa, sedangkan anak lainnya juga akan memperoleh pendampingan agar tetap dapat melanjutkan sekolah dan memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan setelah lulus. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada keluarga korban.

Pernyataan Dedi Mulyadi mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai penyimpanan dana dalam bentuk deposito merupakan langkah yang tepat untuk menjaga keberlangsungan kebutuhan keluarga, sementara lainnya berharap seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan sesuai kebutuhan ahli waris. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh bantuan disalurkan dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi keluarga korban.

Jurnalis : Danilo Fernandes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !