Aktris Amanda Manopo mengungkapkan mengalami kerugian finansial yang diperkirakan mencapai hampir Rp3 miliar akibat dugaan tindak penggelapan yang dilakukan oleh mantan karyawannya. Kasus tersebut kini telah dibawa ke ranah hukum setelah Amanda bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk berkonsultasi sekaligus menyerahkan sejumlah dokumen sebagai bukti awal. Berdasarkan hasil audit internal, dugaan penyalahgunaan dana itu terjadi selama kurang lebih delapan bulan ketika pelaku masih bekerja di bawah naungan perusahaan milik Amanda.
Amanda menjelaskan bahwa dugaan penggelapan baru diketahui setelah pihaknya melakukan evaluasi dan audit menyeluruh terhadap kondisi keuangan perusahaan. Pemeriksaan tersebut dilakukan usai hubungan kerja dengan mantan karyawan yang bersangkutan berakhir. Dari hasil audit itulah ditemukan sejumlah transaksi yang dinilai tidak wajar dan diduga menyebabkan kerugian dalam jumlah besar bagi dirinya maupun perusahaan yang dikelolanya.
Menurut Amanda, nilai kerugian yang dialaminya bukanlah angka yang kecil karena merupakan hasil kerja keras yang dikumpulkan selama bertahun-tahun berkarier di dunia hiburan. Ia mengaku sangat kecewa lantaran dugaan penyalahgunaan dana dilakukan oleh seseorang yang sebelumnya telah diberi kepercayaan untuk membantu operasional perusahaan. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga baginya agar lebih memperketat sistem pengawasan terhadap pengelolaan keuangan di masa mendatang.
Hasil pemeriksaan internal juga menunjukkan adanya dugaan penggunaan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi. Sejumlah transaksi disebut mengarah pada pembiayaan gaya hidup, mulai dari pembayaran melalui dompet digital, perjalanan wisata, hingga berbagai bentuk pengeluaran hiburan. Temuan-temuan tersebut kini menjadi bagian dari dokumen yang akan dipelajari lebih lanjut oleh penyidik dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Kuasa hukum Amanda Manopo menyatakan bahwa pihaknya masih melengkapi seluruh dokumen administrasi, termasuk hasil audit dan rekapitulasi transaksi keuangan, sebelum laporan resmi diajukan kepada kepolisian. Langkah tersebut dilakukan agar proses hukum memiliki dasar bukti yang kuat sehingga dapat mempermudah penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana yang dilaporkan. Selain dugaan penggelapan, tim hukum juga masih mempelajari kemungkinan adanya pelanggaran hukum lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Amanda menegaskan bahwa dirinya memilih menempuh jalur hukum sebagai bentuk upaya memperoleh keadilan sekaligus memberikan efek jera kepada pihak yang diduga bertanggung jawab. Ia berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga seluruh fakta dapat terungkap secara jelas melalui mekanisme penyidikan yang dilakukan aparat penegak hukum. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum ada putusan pengadilan yang menetapkan adanya kesalahan dari pihak terlapor.
Kasus yang menimpa Amanda Manopo menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha maupun figur publik mengenai pentingnya sistem pengawasan keuangan yang transparan dan akuntabel. Audit berkala, pengendalian internal yang baik, serta evaluasi terhadap pengelolaan dana perusahaan dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan keuangan di lingkungan kerja. Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk tetap menghormati asas praduga tak bersalah hingga seluruh proses hukum selesai dan memperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !