Penutupan 8 Bandara Diperpanjang hingga 09.00 WIB Imbas Erupsi Anak Krakatau

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Kantor Kementerian Perhubungan

Penutupan 8 Bandara Diperpanjang hingga 09.00 WIB Imbas Erupsi Anak Krakatau

Penutupan sementara delapan bandara di Indonesia kembali diperpanjang menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemerintah mengambil keputusan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik yang masih berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penutupan delapan bandara diperpanjang hingga Senin, 7 September 2026 pukul 09.00 WIB. Keputusan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi ruang udara yang belum sepenuhnya aman.

Menurut Dudy, kondisi cuaca dan atmosfer saat ini masih sangat dinamis. Karena itu, pemerintah belum dapat memastikan secara pasti kapan seluruh bandara yang terdampak dapat kembali melayani penerbangan secara normal.

Keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan operasional bandara. Pemerintah tidak ingin memaksakan pembukaan kembali apabila abu vulkanik masih berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.

Abu vulkanik hasil aktivitas Gunung Anak Krakatau diketahui menyebar ke sejumlah wilayah dan berdampak terhadap ruang udara. Kondisi tersebut kemudian memengaruhi operasional sejumlah bandara yang berada di kawasan terdampak.

Penutupan bandara juga menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami pembatalan maupun penyesuaian jadwal. Para calon penumpang terdampak diminta mengikuti informasi terbaru dari maskapai dan pengelola bandara masing-masing.

Sejumlah penerbangan dari berbagai daerah harus menyesuaikan rencana perjalanan akibat gangguan tersebut. Maskapai juga melakukan langkah penanganan terhadap penumpang yang perjalanan udaranya terdampak oleh penutupan bandara.

Kementerian Perhubungan bersama sejumlah pihak terkait terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik. Pemantauan dilakukan untuk menentukan apakah kondisi ruang udara sudah memungkinkan bagi pesawat untuk kembali beroperasi.

Keputusan pembukaan kembali bandara akan dilakukan setelah kondisi dinilai aman. Pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan penumpang, awak pesawat, serta seluruh kegiatan penerbangan tetap menjadi prioritas.

Selain melakukan pemantauan, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak gangguan penerbangan. Bandara alternatif disiapkan untuk mendukung mobilitas penumpang selama sejumlah bandara masih mengalami penutupan.

Menhub memastikan perjalanan menuju sejumlah bandara alternatif tidak dibebankan biaya tambahan kepada penumpang dalam skema penanganan dampak penutupan bandara. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang harus melanjutkan perjalanan melalui jalur lain.

Di sisi lain, maskapai diminta memberikan pelayanan kepada penumpang yang penerbangannya terdampak. Penumpang dapat memperoleh informasi mengenai perubahan jadwal maupun kebijakan perjalanan sesuai ketentuan maskapai.

Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian karena abu vulkaniknya dapat mengganggu aktivitas penerbangan apabila memasuki jalur penerbangan. Oleh sebab itu, pemantauan kondisi atmosfer menjadi bagian penting sebelum penerbangan kembali dibuka.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi. Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dalam periode penutupan disarankan memeriksa informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara.

Perpanjangan penutupan hingga pukul 09.00 WIB menjadi langkah sementara sambil menunggu perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik. Pemerintah akan melakukan evaluasi secara berkala sebelum menentukan kebijakan operasional berikutnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih berubah-ubah, pembukaan kembali bandara akan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan penilaian keselamatan. Pemerintah memastikan operasional penerbangan tidak akan dipaksakan apabila kondisi ruang udara masih berisiko.

Jurnalis : Danilo Fernandes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !