Bekasi Program Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt peak (GWp) yang ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga tahun ke depan didukung dan mendapat apresiasi dari Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bekasi, Misbahudin
Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen Indonesia terhadap transisi energi sekaligus upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Misbahudin menyampaikan bahwa saat ini Indonesia masih memiliki ketergantungan yang tinggi pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Secara nasional, kapasitas PLTD mencapai sekitar 12 GW dengan konsumsi BBM mencapai 4,2 juta kiloliter per tahun.
“Ini kalau kita rupiahkan dengan kondisi sekarang ini kurang lebih sekitar 80 triliun lebih. Nah, dengan menggunakan PLTS tentu biaya-biaya seperti ini akan terhindarkan,” ujar Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Bekasi itu.
Dirinya optimis bahwa target Presiden tersebut dapat dikelola dengan baik.
Ia mengakui adanya tantangan besar, terutama karena sebelumnya PLN hanya menargetkan 17 GW PLTS hingga tahun 2034 dalam RUPTL-nya, namun kini target tersebut diintegrasikan dan dipercepat menjadi bagian dari 100 GWp pada tahun 2029,.
Ia menyarankan bahwa kunci kesuksesan program ini bukan hanya pada pengadaan panel surya, melainkan juga pada penyediaan lahan. Ia mendorong adanya campur tangan pemerintah pusat dan daerah.
“Terkait dengan pengadaan lahan ini juga perlu campur tangan pemerintah daerah,” tuturnya.
Menanggapi usulan para ahli agar proyek 100 GW ini dijadikan Proyek Strategis Nasional (PSN), Misbahudin menilai hal tersebut sebagai ide yang sangat bagus untuk mempermudah koordinasi dan mempercepat proses di lapangan.
Dengan skema PSN, pemerintah dapat lebih fokus menangani integrasi sistem kelistrikan (grid) yang selama ini masih didominasi oleh PLTU.
“PSN ini kan dia per spot, tetapi tentu pemerintah bisa memilih pada titik-titik mana yang akan difavoritkan untuk pengembangan ini sehingga tercapai dengan total 100 GWp tersebut,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto baru saja meresmikan pembangunan alias peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 100 Giga Watt peak (GWp).
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan, proyek PLTS dalam skala raksasa tersebut diharapkan menjadi solusi utama untuk menghentikan seluruh impor minyak mentah dan LPG yang selama ini membebani devisa negara.
Presiden mengatakan bahwa target pembangunan 100 GWp tersebut harus tuntas dalam waktu singkat untuk mengurangi ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digunakan sebagai energi pembangkit listrik.
Ia pun memberikan tantangan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mempercepat realisasi proyek tersebut lebih cepat dari rencana semula. Prabowo menargetkan program 100 GWp PLTS ini bisa direalisasikan sebelum tiga tahun.
“Terima kasih semua unsur hari ini hari penting kita launching dan saya percaya mungkin kurang dari 3 tahun kita akan sampai 100 Giga Watt. Iya kan? ” ucapnya.
“Dulu swasembada pangan saya beri target empat tahun tim ekonomi tim pertanian tim pangan berhasil satu tahun. Berarti kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi ya nggak lah, dua tahun lah ya,” tegasnya.
“Kalau berhasil 2 tahun, tim energi dapat bintang lagi aku kasih tanda kehormatan,” imbuhnya.
Jurnalis : Muhammad Jaya
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !