Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin, elite politik, akademisi, dan tokoh masyarakat, untuk mengakhiri berbagai bentuk kegaduhan politik yang kerap terjadi setelah pelaksanaan pemilihan umum. Menurut Presiden, energi bangsa seharusnya diarahkan untuk membangun negara dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan terus terjebak dalam perdebatan politik yang berkepanjangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa demokrasi memang memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk memilih pemimpinnya, namun setelah proses pemilihan selesai, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk kembali bersatu demi kepentingan bangsa.
Presiden menegaskan bahwa dirinya memahami dinamika politik yang muncul setelah pemilu, termasuk rasa kecewa bagi pihak yang belum memperoleh kepercayaan rakyat. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk terus menciptakan konflik maupun ketegangan politik yang justru menghambat jalannya pembangunan nasional. Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki tantangan yang jauh lebih besar dibanding mempertahankan perselisihan politik pascapemilu.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengenang perjalanan politiknya yang telah beberapa kali mengikuti kontestasi pemilihan presiden. Ia menyampaikan bahwa dirinya pernah mengalami kekalahan dalam beberapa kali pemilihan, namun tetap menghormati hasil demokrasi dan tidak mengganggu pemerintahan yang memperoleh mandat dari rakyat. Menurutnya, menghormati hasil pemilu merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas demokrasi dan memperkuat persatuan nasional.
Presiden kemudian menyampaikan pesan yang menjadi perhatian para peserta acara. Ia mempertanyakan sampai kapan bangsa Indonesia akan terus disibukkan oleh kegaduhan politik setelah setiap pemilihan berlangsung. Menurutnya, apabila energi bangsa terus dihabiskan untuk konflik politik, maka upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan berjalan lebih lambat dibanding negara-negara lain yang fokus membangun ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Prabowo menilai bahwa seluruh kemampuan yang dimiliki para pemimpin, ilmuwan, akademisi, birokrat, maupun tokoh masyarakat seharusnya diabdikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi rakyat. Ia menekankan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga penciptaan lapangan kerja yang lebih luas. Karena itu, menurutnya, seluruh potensi bangsa harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Selain itu, Presiden juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun demikian, ia menilai perbedaan tersebut seharusnya tidak berkembang menjadi permusuhan, ujaran kebencian, tindakan anarkis, ataupun konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu stabilitas nasional. Baginya, demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang tetap mampu menjaga persatuan sekaligus memberikan ruang bagi pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengajak seluruh akademisi, ilmuwan, dan kalangan intelektual untuk mengambil peran aktif dalam mempercepat pembangunan nasional melalui inovasi, riset, dan pengembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan politik, tetapi juga oleh kemampuan menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan daya saing nasional di tingkat global.
Pernyataan Presiden tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh komponen bangsa agar menjadikan hasil pemilu sebagai titik awal untuk bekerja bersama membangun Indonesia. Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengedepankan semangat persatuan, menghormati proses demokrasi, serta bersama-sama mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global.
Jurnalis : Amalia
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !