Demo Bertajuk “Indonesia Sekarat” di Depan Grahadi Surabaya Berujung Ricuh, Massa Lempar Petasan dan Bentrok dengan Aparat

Demo Bertajuk “Indonesia Sekarat” di Depan Grahadi Surabaya Berujung Ricuh, Massa Lempar Petasan dan Bentrok dengan Aparat

Aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Sekarat” yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, berakhir ricuh setelah situasi memanas pada Jumat sore hingga malam. Ribuan peserta aksi yang didominasi kelompok masyarakat sipil, mahasiswa, dan berbagai elemen lainnya menyampaikan aspirasi dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Namun, kondisi berubah menjadi tidak kondusif ketika sebagian massa melakukan aksi pelemparan petasan dan benda lainnya ke arah kawasan pengamanan.

Sejak awal demonstrasi, massa melakukan long march menuju Gedung Negara Grahadi sambil membawa berbagai spanduk, poster, serta menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi sosial, ekonomi, hingga kebijakan publik. Aksi berlangsung cukup tertib pada tahap awal dengan penyampaian orasi secara bergantian dari berbagai perwakilan massa aksi. Namun, situasi mulai berubah ketika tuntutan untuk bertemu langsung dengan perwakilan pemerintah tidak segera mendapat respons.

Kekecewaan sebagian peserta aksi kemudian memicu meningkatnya eskalasi demonstrasi. Sejumlah oknum mulai menyalakan petasan dan melemparkannya ke arah area Gedung Grahadi. Selain itu, beberapa benda seperti batu dan material lain juga dilaporkan dilemparkan sehingga memicu ketegangan antara massa dengan aparat keamanan yang telah berjaga di lokasi sejak siang hari. Kondisi tersebut membuat aparat meningkatkan pengamanan untuk mencegah situasi semakin meluas.

Dalam upaya mengendalikan situasi, aparat kepolisian membentuk barikade dan memberikan imbauan secara berulang melalui pengeras suara agar massa tetap menyampaikan aspirasi secara damai serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Ketika kondisi semakin tidak terkendali, petugas akhirnya melakukan langkah pembubaran secara bertahap dengan mendorong massa menjauh dari kawasan Grahadi demi menghindari potensi kerusuhan yang lebih besar.

Di tengah proses pembubaran, sempat terjadi aksi saling dorong antara aparat dan sejumlah demonstran. Beberapa peserta aksi memilih bertahan di lokasi, sementara lainnya mundur ke arah Balai Pemuda dan kawasan sekitar. Aparat terus mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan agar menjauhi lokasi demi menjaga keselamatan dan memperlancar proses pengamanan.

Aksi demonstrasi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena berlangsung di salah satu pusat pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Hingga malam hari, aparat masih melakukan sterilisasi kawasan untuk memastikan kondisi benar-benar aman serta mencegah munculnya aksi lanjutan. Arus lalu lintas di sekitar Jalan Gubernur Suryo juga sempat mengalami kepadatan akibat penutupan sementara selama proses pengamanan berlangsung. :

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Namun demikian, aksi demonstrasi tetap harus dilaksanakan secara tertib, damai, serta tidak mengganggu keamanan maupun keselamatan masyarakat. Aparat juga menyatakan akan melakukan pendalaman terhadap berbagai peristiwa yang terjadi selama aksi berlangsung, termasuk dugaan tindakan provokatif yang menyebabkan demonstrasi berubah menjadi ricuh.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Meski demikian, seluruh pihak diharapkan dapat mengedepankan dialog, menjaga ketertiban umum, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun fasilitas publik sehingga penyampaian pendapat dapat berlangsung secara aman dan kondusif.

Jurnalis : Hanadia

author avatar
Wartawan Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !