Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mempercepat pembangunan hunian vertikal sebagai solusi atas semakin terbatasnya lahan serta tingginya harga tanah di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 11 rumah susun (rusun) yang akan mulai direalisasikan pada tahun 2027. Program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah dan menengah.
Menurut Pramono, perkembangan Jakarta sebagai kota metropolitan menyebabkan ketersediaan lahan kosong semakin menipis. Di sisi lain, harga tanah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sehingga pembangunan kawasan permukiman secara horizontal dinilai semakin sulit dilakukan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mengembangkan konsep hunian vertikal yang lebih efisien dalam memanfaatkan ruang perkotaan.
Pembangunan rumah susun dinilai menjadi salah satu solusi yang mampu menjawab tantangan kepadatan penduduk di Jakarta. Selain mampu menyediakan lebih banyak unit hunian dalam satu kawasan, konsep tersebut juga diharapkan dapat mendukung penataan kota yang lebih modern, tertata, dan ramah lingkungan. Pemerintah menilai bahwa pembangunan hunian vertikal merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari seiring pesatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah perkotaan.
Sebanyak 11 rumah susun yang direncanakan tersebut nantinya akan dibangun di sejumlah lokasi strategis yang telah dipersiapkan pemerintah daerah. Pemilihan lokasi akan mempertimbangkan akses terhadap transportasi umum, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, kawasan perkantoran, serta pusat aktivitas ekonomi sehingga masyarakat dapat menikmati hunian yang tidak hanya layak tetapi juga mudah dijangkau.
Pramono menjelaskan bahwa pembangunan rusun tidak hanya berorientasi pada penyediaan tempat tinggal semata, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, setiap kawasan hunian direncanakan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti ruang terbuka hijau, area bermain anak, tempat ibadah, fasilitas olahraga, sistem pengelolaan sampah, hingga area parkir yang memadai agar penghuni dapat tinggal dengan nyaman.
Selain membangun hunian baru, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan melakukan penataan kawasan permukiman secara menyeluruh. Upaya tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan sekaligus mengurangi munculnya kawasan kumuh akibat tingginya tekanan kebutuhan tempat tinggal di perkotaan.
Pemerintah berharap pembangunan rumah susun dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan memiliki rumah akibat tingginya harga tanah dan mahalnya biaya pembangunan hunian tapak. Dengan konsep hunian vertikal, masyarakat tetap memiliki kesempatan memperoleh tempat tinggal yang layak dengan harga maupun skema pembiayaan yang lebih terjangkau.
Program pembangunan tersebut juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta melalui sektor konstruksi, membuka lapangan pekerjaan baru, serta meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan. Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan kebijakan perumahan yang berpihak kepada masyarakat sekaligus menjawab tantangan keterbatasan lahan di wilayah ibu kota.
Jurnalis : Hanadia
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !