Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) berbasis teknologi melalui berbagai program transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjadikan rumah ibadah sebagai pusat literasi digital sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses teknologi hingga ke tingkat komunitas serta meningkatkan kualitas SDM yang siap menghadapi era ekonomi digital.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot Tangerang Selatan telah memperluas jaringan internet gratis ke lebih dari 5.000 titik layanan yang tersebar di berbagai fasilitas publik. Dari jumlah tersebut, ratusan masjid dan musala telah dilengkapi akses internet untuk mendukung kegiatan pendidikan, dakwah, serta pengembangan ekonomi berbasis jemaah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkecil kesenjangan digital sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat di era transformasi teknologi.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, menegaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan ibadah semata, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan generasi muda, pendidikan masyarakat, serta wadah pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Menurutnya, pemanfaatan teknologi secara positif dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat apabila disertai dengan peningkatan kemampuan dan literasi digital yang memadai.
Melalui program yang dikenal dengan nama “Masjid Digital”, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai pelatihan yang ditujukan bagi pelajar, remaja masjid, pengurus rumah ibadah, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Materi yang diberikan mencakup kecakapan digital dasar, keamanan siber, pengelolaan media sosial, hingga pemanfaatan platform digital untuk mendukung pengembangan usaha dan pemasaran produk berbasis komunitas.
Pemkot Tangerang Selatan menilai bahwa ketersediaan akses internet harus diiringi dengan peningkatan kualitas SDM agar teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata. Karena itu, generasi muda didorong untuk menjadi kreator dan inovator digital yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menghasilkan berbagai karya serta peluang usaha baru.
Selain menyediakan akses internet gratis, pemerintah daerah juga memberikan fasilitas layanan hosting dan pengembangan website secara gratis bagi organisasi keagamaan dan UMKM binaan rumah ibadah. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat dalam memperluas jangkauan informasi dan memperkuat eksistensi ekonomi berbasis digital tanpa harus terbebani biaya operasional yang besar.
Program digitalisasi rumah ibadah ini diharapkan mampu menjadi sarana pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Dengan memanfaatkan peran strategis rumah ibadah yang dekat dengan kehidupan masyarakat, pemerintah optimistis literasi digital dan inklusi ekonomi dapat berkembang lebih cepat serta menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit tersentuh oleh program-program formal.
Transformasi digital yang dilakukan Pemkot Tangerang Selatan juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan konsep kota cerdas atau smart city yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur digital yang semakin luas serta peningkatan kualitas SDM, Tangerang Selatan diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus menciptakan masyarakat yang produktif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.
Jurnalis : Hanadia
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !