Monas hingga Bundaran HI Gelap pada Malam Hari, Pemprov DKI Lakukan Penghematan Energi

Monas hingga Bundaran HI Gelap pada Malam Hari, Pemprov DKI Lakukan Penghematan Energi

Sejumlah kawasan ikonik di Jakarta, mulai dari Monumen Nasional (Monas) hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI), tampak lebih gelap dari biasanya pada malam hari. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena area yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas dan destinasi wisata malam mendadak mengalami pengurangan pencahayaan dalam skala yang cukup signifikan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari program efisiensi penggunaan energi listrik yang sedang diterapkan. Pengurangan pencahayaan dilakukan pada sejumlah fasilitas penerangan dan lampu dekoratif di kawasan strategis ibu kota tanpa mengganggu fungsi utama penerangan jalan yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.

Kawasan Monas yang biasanya dihiasi pencahayaan monumentalnya terlihat lebih redup dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hal serupa juga terjadi di sepanjang koridor Jalan MH Thamrin hingga Bundaran HI yang dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat dan wisata perkotaan di Jakarta. Meski demikian, lampu penerangan utama untuk lalu lintas dan keamanan tetap beroperasi sebagaimana mestinya.

Kebijakan pengurangan pencahayaan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pengendalian konsumsi energi sekaligus bentuk dukungan terhadap program efisiensi yang sedang dijalankan pemerintah. Selain mempertimbangkan aspek penghematan anggaran, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan energi secara bijak dan berkelanjutan.

Sejumlah warga yang melintas di kawasan tersebut mengaku terkejut dengan kondisi yang lebih gelap dari biasanya. Namun sebagian masyarakat menilai langkah penghematan energi dapat dipahami selama tidak mengurangi aspek keamanan dan kenyamanan publik. Beberapa pengunjung juga berharap pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan daya tarik kawasan wisata kota pada malam hari.

Pengamat perkotaan menilai bahwa kebijakan efisiensi energi merupakan langkah yang relevan di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan tuntutan pengelolaan anggaran yang lebih efektif. Namun pelaksanaannya perlu dilakukan secara terukur agar tidak berdampak terhadap aktivitas ekonomi, pariwisata, maupun mobilitas masyarakat yang memanfaatkan ruang publik pada malam hari.

Pemerintah daerah memastikan bahwa pengurangan pencahayaan hanya dilakukan pada titik-titik tertentu yang tidak berpengaruh terhadap keselamatan masyarakat. Sistem penerangan jalan umum tetap menjadi prioritas utama untuk menjamin keamanan pengguna jalan, pejalan kaki, dan aktivitas masyarakat yang berlangsung pada malam hari.

Ke depan, evaluasi terhadap kebijakan efisiensi energi akan terus dilakukan guna memastikan manfaat yang diperoleh sejalan dengan kebutuhan pelayanan publik. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan energi yang lebih hemat, efisien, dan berkelanjutan tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.

Jurnalis : Hanadia

author avatar
Wartawan Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !