Pidato Presiden Prabowo di Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030: Tegaskan Persatuan dan Pemberantasan Korupsi
JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri acara Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta. Kehadiran Presiden dalam agenda keagamaan nasional ini menegaskan pentingnya peran ulama dalam menjaga persatuan bangsa serta mendukung agenda pembangunan nasional.
Presiden Prabowo Apresiasi Kontribusi MUI
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi kepada Majelis Ulama Indonesia yang dinilai konsisten hadir dalam berbagai momentum penting perjalanan bangsa. Sejak berdiri, MUI disebut telah memainkan peran strategis sebagai pilar moral dan penjaga keseimbangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Presiden menilai MUI tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam memberikan panduan moral, etika, serta nilai-nilai kebangsaan yang sejalan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Persatuan Ulama dan Umara Jadi Fondasi Bangsa
Presiden Prabowo menegaskan bahwa persatuan antara ulama dan umara merupakan kunci utama dalam membangun Indonesia yang kuat, berdaulat, dan bermartabat. Ia mengingatkan bahwa sejarah bangsa Indonesia membuktikan, keberhasilan pembangunan selalu lahir dari kebersamaan seluruh elemen bangsa.
“Bangsa ini hanya bisa maju jika kita bersatu. Ulama dan pemerintah harus berjalan seiring demi kepentingan rakyat,” tegas Presiden Prabowo.
Dalam konteks tersebut, Presiden mengajak seluruh komponen bangsa untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu adu domba yang berpotensi memecah belah persatuan, terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital.
Komitmen Tegas Berantas Korupsi
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintahannya dalam pemberantasan korupsi. Ia menyebut praktik korupsi sebagai ancaman serius bagi masa depan bangsa karena merusak keadilan, menghambat pembangunan, dan menurunkan kesejahteraan rakyat.
Presiden memastikan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan adil tanpa pandang bulu. Ia juga mengajak para ulama untuk ikut berperan aktif menyuarakan nilai kejujuran, amanah, dan integritas sebagai bagian dari perjuangan moral melawan korupsi.
Peran MUI Menjaga Moderasi Beragama
Presiden Prabowo juga menyoroti peran strategis MUI dalam menjaga moderasi beragama di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang semakin kompleks. Ia berharap MUI terus mengedepankan dakwah yang sejuk, toleran, dan memperkuat persaudaraan kebangsaan.
Menurut Presiden, keberagaman merupakan kekuatan Indonesia yang harus dirawat bersama. Moderasi beragama menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang majemuk.
Penguatan Peran Ulama di Era Digital
Presiden juga menyinggung tantangan dakwah di era digital yang sarat dengan informasi cepat dan sering kali tidak terverifikasi. Ia berharap MUI dapat menjadi penjernih informasi keagamaan sekaligus rujukan umat dalam menghadapi hoaks, ujaran kebencian, dan paham ekstrem.
Literasi digital berbasis nilai keagamaan dan kebangsaan dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan.
Harapan untuk Pengurus MUI Periode 2025–2030
Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus MUI periode 2025–2030 yang baru saja dikukuhkan. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan demi kemaslahatan umat dan bangsa.
Acara pengukuhan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, persatuan nasional, serta kelancaran pembangunan Indonesia ke depan.
Reporter : Irfan Alamsyah








