JAKARTA – Tahta Mataram Jakarta Raya menggelar kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di pelataran Karang Taruna Duri Kepa, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan anggota dari berbagai jenjang latihan.
Melalui UKT ini, pengurus ingin memastikan setiap anggota memahami dan menguasai materi yang telah dipelajari selama masa latihan. Ujian ini juga menjadi tolok ukur kesiapan anggota untuk melangkah ke tingkat berikutnya.
Dalam pelaksanaan UKT, panitia menguji kemampuan anggota pada beberapa aspek utama. Materi ujian mencakup pengetahuan dasar organisasi, tata gerak, serta olah napas. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi pembinaan Tahta Mataram Jakarta Raya.
Para peserta mengikuti setiap tahapan ujian dengan penuh kesungguhan. Mereka menjalani pengujian teori, praktik tata gerak, serta penguasaan teknik pernapasan. Pelatih dan pengurus mengawasi langsung jalannya ujian.
Kegiatan berlangsung tertib dan disiplin. Setiap anggota menunjukkan sikap hormat, fokus, dan tanggung jawab selama proses ujian berlangsung.
Ketua Tahta Mataram Jakarta Raya, Raden Indra Rachadian, menegaskan bahwa UKT bukan sekadar formalitas kenaikan tingkat. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian penting dari pembinaan diri.
“Ujian ini tidak hanya menguji kemampuan teknis. UKT juga melatih kedisiplinan, ketekunan, dan pengendalian diri. Anggota harus terus berlatih agar spiritual, tata gerak, dan olah napas semakin baik,” ujar Raden Indra.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap ilmu yang diperoleh harus membawa manfaat. Anggota Tahta Mataram diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Raden Indra, keseimbangan fisik dan jiwa menjadi tujuan utama latihan. Dengan keseimbangan itu, anggota dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dan berakhlak.

Wakil Ketua Tahta Mataram Jakarta Raya, Mas Priyo, menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta UKT. Ia menegaskan bahwa kenaikan tingkat membawa tanggung jawab yang besar.
“Naik tingkat bukan berarti lebih tinggi dari yang lain. Itu adalah amanah. Anggota harus menjaganya dengan adab, sikap rendah hati, dan tanggung jawab,” kata Mas Priyo.
Ia berharap setiap anggota mampu menjaga sikap setelah lulus UKT. Menurutnya, sikap dan perilaku jauh lebih penting daripada sekadar tingkatan.
Mas Priyo juga mendorong anggota untuk terus belajar. Ia menilai proses pembinaan tidak berhenti setelah UKT selesai.
Kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antaranggota. Para peserta saling memberi dukungan selama proses ujian berlangsung.
Suasana kekeluargaan terlihat jelas sepanjang kegiatan. Anggota dari berbagai tingkatan berbaur dan saling menyemangati. Hal ini mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan di tubuh Tahta Mataram Jakarta Raya.
Beberapa peserta mengaku merasa termotivasi setelah mengikuti UKT. Mereka menilai kegiatan ini mampu melatih mental, kedisiplinan, dan kepercayaan diri.

Melalui UKT ini, Tahta Mataram Jakarta Raya menegaskan komitmennya dalam membina anggota secara berkelanjutan. Organisasi ini ingin mencetak pribadi yang sehat, berkarakter, dan berjiwa sosial.
Pengurus berharap anggota mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial menjadi bekal utama.
Ke depan, Tahta Mataram Jakarta Raya berencana mengembangkan program pembinaan yang lebih terstruktur. Program tersebut akan menyesuaikan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur.
Penulis: Timur Malaka Kiemas
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !