Noel Sebut Kader PDIP dan PKB Diburu ‘Anjing Liar’, Guntur Romli: Kami Jadi Penyeimbang

JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Eks Wamenaker) Immanuel Ebenezer yang akrab disapa Noel memberikan pernyataan kontroversial usai menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa 7/4/26.

Noel menyebut bahwa kader-kader partai politik, khususnya PDI Perjuangan (PDIP), saat ini sedang “diburu” oleh pihak yang ia sebut sebagai ‘anjing liar’, yang merujuk pada oknum Aparat Penegak Hukum (APH).

Sumber Foto CNN

“Banteng sedang diburu oleh ‘anjing-anjing liar’. Kawan-kawan tinggal simpulkan, siapa aparat penegak hukum yang suka berbohong? Nah, mereka lah yang saya identikkan seperti ‘anjing liar’,” ujar Noel kepada awak media.

Menurutnya, penegakan hukum yang terjadi saat ini sarat dengan muatan politik. Ia menilai PDIP menjadi sasaran utama karena memiliki basis massa dan akar rumput yang sangat kuat.

“Sampaikan ke Bu Mega dan juga Mas Hasto, ‘anjing liar’ sedang memburu banteng. Dan kita lihat bahwa selain PDIP, PKB juga menjadi buruan para ‘anjing liar’,” tambahnya.

Respons PDIP: Kami Kekuatan Penyeimbang

Menanggapi pernyataan tersebut, politikus PDIP Guntur Romli mengapresiasi peringatan yang disampaikan Noel. Ia mengakui bahwa partainya memang merasakan adanya tekanan dan ancaman serupa.

Guntur menegaskan, hal ini terjadi lantaran PDIP berposisi sebagai kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan saat ini.

Sebagai contoh, ia menyinggung kasus hukum yang menjerat Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Menurut dia, kasus tersebut merupakan bentuk kriminalisasi karena kritik yang disampaikan terhadap dugaan penyalahgunaan kekuasaan pada masa pemerintahan sebelumnya.

Reporter by Dery

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !