MANADO, 2 April 2026 – Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB. Bencana ini menimbulkan satu korban jiwa dan kerusakan pada beberapa infrastruktur di berbagai daerah.
Korban yang ditemukan tidak bernyawa adalah seorang warga laki-laki berusia sekitar 45 tahun, yang terjepit di antara reruntuhan Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang terletak di kompleks Lapangan Olahraga Sario, Kota Manado.
Tim gabungan penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado bersama masyarakat sekitar segera melakukan evakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Wahidin Sudirohusodo untuk proses selanjutnya. Nama korban belum diumumkan secara resmi menunggu konfirmasi dari keluarga.
Berdasarkan laporan kaji cepat yang dirilis oleh BNPB hingga pukul 08.00 WIB, kerusakan infrastruktur juga tercatat di beberapa lokasi lain.
Di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding.
Selain itu, dua unit rumah tinggal warga di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan juga mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat getaran gempa.
Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada di laut dengan koordinat 0,10 LS dan 124,60 BT, tepatnya berlokasi 160 kilometer arah tenggara Kota Gorontalo pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG menjelaskan bahwa jenis gempa ini tergolong sebagai gempa tektonik yang terjadi akibat aktivitas lempeng Indo-Australia yang menekan lempeng Eurasia.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengaktifkan posko bencana tingkat pusat dan berkoordinasi erat dengan BPBD sepanjang pantai Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
“Tim gabungan dari BPBD daerah, TNI, Polri, serta relawan sedang melakukan monitoring dan asesmen kerusakan secara menyeluruh di seluruh wilayah yang terdampak.
Saat ini fokus utama adalah pada evakuasi korban, penilaian kerusakan infrastruktur vital, serta penyediaan bantuan bagi korban bencana,” ujarnya dalam konferensi pers darurat.
BNPB juga mengeluarkan imbauan khusus bagi masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi gelombang pasang tinggi atau tsunami.
Masyarakat diminta untuk segera menjauhi kawasan pantai, muara sungai, dan daerah rendah lainnya. Apabila merasakan getaran gempa yang kuat atau menerima peringatan resmi dari pihak berwenang, segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
Pemerintah daerah masing-masing telah mempersiapkan tempat penampungan sementara bagi warga yang terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah atau karena khawatir dengan potensi bencana berikutnya.
RSUD sepanjang wilayah rawan bencana juga telah mengaktifkan posko gawat darurat untuk menangani korban yang membutuhkan perawatan medis.
Reporter by Risky
Sumber berita Viva
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !