JAKARTA – Pemerintah China resmi meluncurkan eksperimen perdagangan bebas terbesarnya dengan menjadikan Pulau Hainan sebagai zona pabean khusus senilai US$ 113 miliar atau sekitar Rp 1.760 triliun.
Proyek ini bertujuan memikat investasi asing dan menyaingi dominasi Hong Kong sebagai pusat perdagangan global, di tengah tekanan ekonomi dan ketegangan hubungan dengan Amerika Serikat.
Dengan kebijakan baru ini, barang yang diproses di Hainan dapat masuk ke China daratan tanpa tarif jika nilai tambah lokalnya melebihi 30%.
Selain itu, kategori barang bebas bea juga diperluas lebih dari tiga kali lipat hingga mencakup lebih dari 6.600 jenis barang.
Peluncuran Hainan Free Trade Port (FTP) ini disambut positif oleh pasar, dengan saham-saham di China dan Hong Kong tercatat menguat.
Analis menilai Hainan berfungsi sebagai “medan pengujian rendah risiko” bagi transisi China menuju keterbukaan ekonomi tingkat tinggi.
Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, menyatakan bahwa pelabuhan ini dapat menjadi gerbang vital yang memimpin era baru keterbukaan China kepada dunia.
Namun, ekonom senior Economist Intelligence Unit, Xu Tianchen, menilai bahwa model Hainan masih memiliki kekurangan dalam sistem hukum dan keterbukaan finansial dibandingkan dengan Hong Kong. ( Red )
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !