Film Tua Tua Keladi Tayang di Jakarta World Cinema 2026

Film Tua Tua Keladi Tayang di Jakarta World Cinema 2026

Film Tua Tua Keladi menjadi salah satu karya Indonesia yang masuk dalam jajaran program Jakarta World Cinema (JWC) 2026. Kehadiran film tersebut di festival film ini menjadi kabar menarik bagi para pemain dan kru karena sebelumnya film tersebut diperkirakan hanya akan ditayangkan melalui platform KlikFilm.

Jakarta World Cinema 2026 menghadirkan berbagai film dari beragam negara dan menjadi ruang bagi penonton Indonesia untuk menikmati karya sinema dengan latar cerita, gaya penyutradaraan, serta karakter yang beragam. Berdasarkan daftar program resmi JWC, Tua Tua Keladi tercantum sebagai salah satu film yang akan diputar dalam festival tersebut dengan durasi sekitar 1 jam 25 menit.

Keterlibatan Tua Tua Keladi dalam festival tersebut turut menjadi pengalaman tersendiri bagi para pemain utamanya, termasuk Jourdy Pranata dan Aisyah Aqilah. Keduanya mengaku tidak menyangka film yang mereka bintangi dapat masuk ke dalam rangkaian program JWC 2026.

Dalam film tersebut, Jourdy Pranata memerankan karakter Pramono, seorang polisi yang berusaha menyelamatkan sebuah desa dari persoalan pencemaran lingkungan. Konflik dalam cerita bermula ketika sebuah limbah bernama P172 mencemari wilayah tersebut dan menimbulkan berbagai kejadian yang dialami masyarakat setempat.

Sementara itu, Aisyah Aqilah memerankan Rosita, karakter yang memiliki hubungan dekat dengan Pramono. Hubungan kedua tokoh tersebut turut menjadi bagian dari cerita dan memberikan warna tersendiri di tengah konflik yang dihadapi masyarakat desa.

Film ini menggabungkan unsur komedi dengan persoalan lingkungan sehingga menghadirkan pendekatan cerita yang berbeda. Situasi yang dialami para karakter menjadi sumber berbagai kejadian dalam film, sementara persoalan pencemaran lingkungan menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan cerita.

Bagi Jourdy Pranata, proses produksi film tersebut juga memberikan tantangan tersendiri. Ia harus beradaptasi dengan sejumlah pemain senior yang memiliki pengalaman panjang di dunia akting. Kondisi tersebut membuat proses pengambilan gambar menuntut para pemain untuk dapat mengikuti ritme kerja yang sudah terbentuk di lokasi syuting.

Menurut Jourdy, pengalaman bekerja bersama para aktor senior menjadi kesempatan untuk belajar, terutama dalam hal membangun karakter dan menjaga tempo permainan. Ia menilai jam terbang para pemain berpengalaman membuat proses pengambilan gambar berjalan dengan ritme yang cukup cepat.

Tantangan berbeda dirasakan Aisyah Aqilah. Sebagai film yang membawa unsur komedi, ia harus memastikan setiap adegan humor dapat disampaikan secara natural. Menurutnya, adegan komedi tidak cukup hanya mengandalkan dialog lucu, tetapi membutuhkan penghayatan karakter dan interaksi antarpemain agar terasa alami bagi penonton.

Kehadiran sejumlah aktor senior dan komedian dalam film turut membantu proses tersebut. Aisyah mendapatkan kesempatan untuk mempelajari bagaimana para pemain berpengalaman membangun suasana komedi tanpa membuat adegan terlihat dibuat-buat.

Masuknya Tua Tua Keladi ke dalam Jakarta World Cinema 2026 juga memberikan kesempatan bagi film tersebut untuk bertemu dengan penonton festival yang memiliki minat terhadap berbagai jenis sinema. Festival ini tidak hanya menampilkan film-film terbaru dari berbagai negara, tetapi juga memberikan ruang bagi karya Indonesia untuk berdampingan dengan film internasional.

Jakarta World Cinema 2026 dijadwalkan berlangsung dengan rangkaian pemutaran langsung di CGV Grand Indonesia serta pemutaran daring melalui KlikFilm. Situs resmi festival mencantumkan periode utama penyelenggaraan pada 31 Oktober hingga 7 November 2026.

Selain Tua Tua Keladi, program JWC 2026 juga menghadirkan sejumlah film Indonesia dan karya internasional lainnya. Festival tersebut turut memberikan perhatian terhadap sinema klasik Indonesia melalui program khusus yang menampilkan film-film yang telah direstorasi, serta menghadirkan retrospektif karya sutradara Jepang Ryusuke Hamaguchi.

Bagi para pemain, keterlibatan dalam festival seperti JWC bukan hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan film kepada penonton yang lebih luas. Festival juga dapat menjadi ruang bagi para aktor untuk melihat berbagai pendekatan dalam pembuatan film, mulai dari cara bercerita, penyutradaraan, pengembangan karakter, hingga gaya akting dari film-film yang berasal dari berbagai negara.

Dengan masuknya Tua Tua Keladi ke dalam program Jakarta World Cinema 2026, film tersebut kini mendapat ruang pemutaran dalam salah satu agenda perfilman yang menghadirkan beragam karya dari Indonesia maupun mancanegara. Kehadiran film ini sekaligus menambah pilihan tontonan bagi masyarakat yang ingin menikmati karya lokal dalam suasana festival film internasional.

Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !