Mencuci bahan makanan sebelum dimasak selama ini dianggap sebagai salah satu cara untuk menjaga kebersihan dan menghilangkan kotoran. Namun, ternyata tidak semua bahan makanan perlu dicuci sebelum diolah. Pada beberapa jenis pangan, mencucinya justru dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri ke permukaan dapur dan peralatan lainnya.
Air yang digunakan untuk mencuci bahan pangan mentah dapat membawa mikroorganisme dari permukaan makanan ke wastafel, meja dapur, talenan, pisau, maupun peralatan lain yang berada di sekitarnya. Karena itu, kebiasaan mencuci bahan tertentu perlu diperhatikan agar proses persiapan makanan tidak justru menyebabkan kontaminasi silang.
1. Ayam dan ikan mentah
Ayam dan ikan mentah termasuk bahan makanan yang tidak perlu dicuci sebelum dimasak. Membilasnya dengan air tidak dapat menjadi cara utama untuk menghilangkan bakteri. Sebaliknya, percikan air dari bahan mentah berpotensi membawa mikroorganisme ke berbagai permukaan di dapur.
Cara yang lebih penting untuk mengurangi risiko bakteri pada ayam dan ikan adalah memasaknya dengan benar hingga matang. Selain itu, peralatan yang bersentuhan dengan bahan mentah sebaiknya segera dibersihkan agar tidak terjadi kontaminasi silang dengan makanan yang sudah siap dikonsumsi.
2. Daging merah
Daging sapi, kambing, maupun jenis daging merah lainnya juga umumnya tidak perlu dicuci sebelum dimasak. Sama seperti unggas, proses membilas daging dapat membuat air terciprat ke area sekitar dan berpotensi memindahkan bakteri dari bahan mentah ke permukaan lain.
Selain persoalan kebersihan, air yang menempel pada permukaan daging juga dapat memengaruhi proses memasak. Permukaan daging yang terlalu basah dapat membuat proses pencokelatan menjadi kurang optimal ketika dimasak dengan metode tertentu.
3. Salad kemasan yang sudah dicuci
Salad atau sayuran yang dijual dalam kemasan dengan keterangan bahwa produk tersebut telah dicuci atau siap dikonsumsi tidak selalu perlu dicuci kembali. Produk seperti ini umumnya telah melalui proses pencucian sebelum dikemas.
Mencucinya kembali tidak selalu memberikan manfaat tambahan dan justru dapat membuat bahan tersebut kembali bersentuhan dengan tangan, wadah, atau permukaan yang belum tentu bersih. Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhatikan petunjuk penyimpanan dan informasi yang tercantum pada kemasan.
4. Jamur
Jamur merupakan bahan makanan yang memiliki tekstur dan karakter berbeda dari sayuran pada umumnya. Jamur dapat menyerap air sehingga pencucian atau perendaman yang berlebihan berpotensi memengaruhi tekstur dan kualitasnya ketika dimasak.
Untuk membersihkan jamur dari sisa tanah atau kotoran, permukaannya dapat dibersihkan dengan hati-hati menggunakan alat atau tisu yang sesuai. Apabila jamur memang perlu dibilas, hindari merendamnya terlalu lama dan segera olah setelah dibersihkan.
5. Telur
Telur juga menjadi salah satu bahan yang perlu diperlakukan dengan hati-hati. Mencuci telur sebelum disimpan dapat memengaruhi lapisan pelindung alami pada permukaan cangkang. Karena itu, kebiasaan mencuci telur sebaiknya disesuaikan dengan kondisi produk dan petunjuk penanganan yang berlaku di wilayah masing-masing.
Yang tidak kalah penting adalah menyimpan telur dengan baik dan memastikan telur dimasak secara tepat. Kebersihan tangan, peralatan, serta permukaan dapur juga perlu diperhatikan ketika menangani telur mentah.
6. Pasta setelah direbus
Pasta memiliki perlakuan yang berbeda dari bahan makanan mentah lainnya. Setelah direbus, pasta umumnya tidak perlu dibilas menggunakan air jika akan langsung dicampurkan dengan saus. Membilas pasta dapat menghilangkan sebagian pati di permukaannya.
Padahal, pati tersebut membantu saus menempel pada pasta sehingga menghasilkan tekstur dan cita rasa yang lebih menyatu. Karena itu, pasta yang sudah matang cukup ditiriskan sebelum dicampurkan dengan saus atau bahan pelengkap lainnya.
Hindari Kontaminasi Silang di Dapur
Hal terpenting dalam menyiapkan makanan bukan hanya mencuci bahan, tetapi juga mencegah terjadinya kontaminasi silang. Bahan mentah, terutama daging, unggas, dan ikan, sebaiknya tidak diletakkan berdekatan dengan makanan yang sudah matang atau siap dikonsumsi.
Talenan, pisau, piring, dan peralatan lain yang digunakan untuk bahan mentah juga perlu dibersihkan dengan baik sebelum digunakan kembali. Tangan harus dicuci sebelum dan sesudah menangani bahan pangan mentah agar bakteri tidak berpindah ke makanan lain.
Untuk bahan makanan yang memang perlu dicuci, seperti buah dan sayuran segar yang akan dikonsumsi, pencucian tetap merupakan bagian penting dari penanganan pangan. Pedoman kesehatan lingkungan di Indonesia juga menganjurkan buah dan sayuran segar yang akan langsung dikonsumsi untuk dicuci menggunakan air yang memenuhi standar kualitas air minum.
Dengan memahami bahan makanan mana yang perlu dicuci dan mana yang tidak, proses memasak di rumah dapat dilakukan dengan lebih aman. Kebersihan tangan, peralatan, permukaan dapur, penyimpanan yang tepat, serta proses memasak hingga matang tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan makanan.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !