Upaya pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus dilakukan. Tim SAR gabungan masih menghadapi kondisi bangkai kapal yang berada di bawah permukaan laut, sementara sejumlah korban diduga masih berada di dalam bagian kapal yang tenggelam.
Basarnas mendesak pihak pemilik kapal segera mengambil langkah untuk mengangkat bangkai KM Virgo Transport 8. Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka akses yang lebih luas bagi tim penyelamat sehingga proses pencarian korban yang masih belum ditemukan dapat dilakukan secara lebih maksimal.
Sebelumnya, tim penyelam gabungan telah berhasil membuka akses menuju sejumlah kamar penumpang yang berada di dalam bangkai kapal. Akses tersebut dibuka dengan memecahkan kaca jendela kapal. Dari penyelaman itu, tim menemukan sejumlah korban yang masih berada di dalam ruangan kapal. Sebagian korban disebut sulit dievakuasi karena kondisi bangkai kapal dan posisi korban di dalamnya.
Kondisi di bawah laut juga menjadi salah satu kendala dalam proses evakuasi. Air yang semakin keruh serta arus laut yang menguat membuat pergerakan penyelam menjadi lebih sulit. Faktor keselamatan turut menjadi pertimbangan utama karena tim harus memastikan kondisi memungkinkan sebelum melanjutkan proses penyelaman dan pengangkatan korban.
Dalam operasi sebelumnya, tim SAR berhasil mengevakuasi sejumlah korban dari dalam kapal. Hingga 22 September 2026 pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 126 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercantum dalam manifes. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 18 orang meninggal dunia, sementara 117 orang masih dalam pencarian.
Pencarian kemudian difokuskan pada bagian dalam badan kapal, terutama kamar penumpang kelas ekonomi dan kelas eksekutif. Tim SAR juga mempertimbangkan penyisiran terhadap kendaraan yang berada di dalam kapal apabila kondisi memungkinkan dan dinilai aman bagi para penyelam. Posisi kapal yang sudah tidak normal menyebabkan sejumlah kendaraan di dalamnya saling bertindihan sehingga proses pencarian membutuhkan kehati-hatian.
Basarnas sebelumnya juga melibatkan sejumlah unsur dalam operasi pencarian bawah laut, di antaranya Basarnas Special Group, Komando Pasukan Katak TNI AL, unsur penyelamatan bawah air Koarmada II, PT Jasalindo, serta unsur terkait lainnya. Tim ahli dari luar negeri juga telah dilibatkan untuk membantu melakukan observasi dan asesmen terhadap kondisi bangkai kapal serta menentukan langkah penyelamatan berikutnya.
Pengangkatan bangkai kapal menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat membantu memperluas akses terhadap bagian-bagian kapal yang belum dapat dijangkau penyelam. Dengan kondisi kapal yang berada di bawah laut dan sejumlah ruangan sulit diakses, proses evakuasi membutuhkan dukungan teknis serta peralatan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Basarnas menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap tahapan operasi. Karena itu, seluruh proses penyelaman dan evakuasi harus mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, visibilitas di bawah air, serta keamanan struktur kapal yang telah mengalami kecelakaan.
Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 menjadi perhatian besar karena masih terdapat korban yang belum ditemukan. Keluarga korban juga masih menantikan perkembangan proses pencarian dan berharap seluruh korban dapat ditemukan serta dievakuasi sehingga proses identifikasi dan penanganan selanjutnya dapat dilakukan oleh pihak berwenang.
Pemerintah dan tim SAR terus melakukan koordinasi untuk menentukan langkah terbaik dalam melanjutkan operasi. Upaya tersebut mencakup pencarian di permukaan, operasi udara, serta penyelaman ke dalam badan kapal dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !