Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Penutupan sementara bandara akibat sebaran abu vulkanik membuat sejumlah penumpang harus menunggu kepastian keberangkatan.
Salah satu penumpang yang merasakan dampaknya adalah warga negara Prancis bernama Maxim. Ia mengaku telah berada di Bandara Soekarno-Hatta selama hampir 24 jam akibat penerbangannya menuju Prancis tertunda.
Maxim menyampaikan bahwa situasi tersebut cukup sulit karena dirinya belum mengetahui kapan penerbangan dapat kembali beroperasi secara normal. Ia berharap kondisi segera membaik sehingga dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Eropa.
Menurut Maxim, penerbangan yang seharusnya membawanya menuju Prancis dijadwalkan berangkat pada Minggu malam. Namun, penerbangan tersebut kemudian ditunda dan dijadwalkan kembali pada Senin siang.
Harapan untuk segera berangkat kembali menghadapi ketidakpastian setelah operasional Bandara Soekarno-Hatta kembali diperpanjang penutupannya. Kondisi tersebut membuat para penumpang harus menunggu informasi terbaru dari pihak bandara dan maskapai.
Maxim mengatakan dirinya dan penumpang lainnya tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu perkembangan situasi. Keselamatan penerbangan menjadi alasan utama operasional bandara dihentikan sementara akibat adanya indikasi sebaran abu vulkanik.
Selain Maxim, penumpang asing lainnya juga mengalami situasi serupa. Seorang warga negara Inggris bernama Shai mengaku hendak melanjutkan perjalanan wisata menuju Malaysia dan Thailand.
Shai seharusnya berangkat pada Senin siang. Namun, ia mendapat informasi bahwa penerbangannya kembali dibatalkan karena kondisi bandara masih terdampak aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
Pihak maskapai kemudian menjadwalkan ulang penerbangan Shai untuk Rabu, 9 September 2026. Meski demikian, ia mengaku masih belum mendapatkan kepastian penuh apakah penerbangan tersebut benar-benar dapat berangkat sesuai jadwal.
Gangguan penerbangan terjadi setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi di sekitar wilayah Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi tersebut membuat otoritas penerbangan mengambil langkah penghentian sementara demi menjaga keselamatan penerbangan.
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta juga berdampak terhadap banyak penerbangan domestik maupun internasional. Sejumlah penerbangan mengalami pembatalan, penundaan, penjadwalan ulang, hingga pengalihan ke bandara lain.
Kondisi cuaca dan pergerakan abu vulkanik yang dinamis menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kapan operasional penerbangan dapat kembali dibuka. Karena itu, jadwal penerbangan dapat berubah mengikuti hasil pemantauan terbaru.
Otoritas terkait terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, maskapai, layanan navigasi penerbangan, serta lembaga meteorologi untuk memantau perkembangan sebaran abu vulkanik.
Para penumpang yang terdampak diimbau terus memantau informasi resmi dari maskapai dan pengelola bandara. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas selama berada di terminal untuk memastikan proses penanganan gangguan berjalan tertib.
Erupsi Anak Krakatau tidak hanya memengaruhi perjalanan udara, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah akibat sebaran abu vulkanik. Kondisi tersebut membuat penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Bagi para penumpang seperti Maxim dan Shai, ketidakpastian perjalanan menjadi pengalaman yang tidak mudah. Namun, keputusan penutupan sementara bandara dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko penerbangan selama kondisi abu vulkanik masih berpotensi mengganggu operasional.
Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !