Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Cianjur

 

Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Cianjur

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah laut selatan Jawa Barat pada Senin pagi, 24 Agustus 2026. Guncangan tersebut berpusat di perairan yang berada di sekitar 96 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.29.39 WIB.

BMKG mencatat episentrum gempa berada pada koordinat 8,30 Lintang Selatan dan 107,86 Bujur Timur. Sementara itu, kedalaman pusat gempa tercatat sekitar 13 kilometer di bawah permukaan laut. Lokasi episentrum yang berada di wilayah perairan membuat getaran gempa turut dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Getaran gempa dirasakan dengan intensitas yang berbeda-beda di sejumlah wilayah. Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), guncangan berada pada kisaran II hingga III MMI di Cigedug, Singaparna, dan Pangandaran. Sementara itu, getaran dengan intensitas II MMI juga dilaporkan dirasakan di Cimaung serta wilayah Cianjur Selatan.

Skala II hingga III MMI menunjukkan bahwa getaran gempa dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat, terutama mereka yang berada di dalam bangunan. Pada tingkat tersebut, getaran umumnya belum menimbulkan dampak besar terhadap bangunan, meskipun sebagian orang dapat merasakan adanya guncangan ketika gempa berlangsung.

Gempa yang terjadi pada pagi hari tersebut kembali menunjukkan bahwa wilayah selatan Jawa Barat merupakan salah satu kawasan yang perlu selalu memperhatikan potensi aktivitas kegempaan. Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah rawan gempa diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun instansi terkait.

Hingga informasi tersebut disampaikan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun dampak serius akibat gempa. Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat di sekitar wilayah yang merasakan getaran. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi setelah gempa terjadi.

Masyarakat juga diharapkan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai potensi gempa susulan maupun isu bencana lainnya. Informasi mengenai aktivitas gempa sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG sehingga masyarakat mendapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan adanya kejadian tersebut, kesiapsiagaan menjadi hal penting bagi masyarakat di wilayah Jawa Barat. Pengetahuan mengenai langkah keselamatan saat gempa, kondisi bangunan, serta akses terhadap informasi kebencanaan dapat membantu masyarakat merespons situasi secara lebih tepat apabila terjadi guncangan kembali.

Gempa magnitudo 4,1 di perairan selatan Pangandaran ini menjadi pengingat bahwa aktivitas seismik dapat terjadi sewaktu-waktu. Meski gempa tersebut tidak dilaporkan menimbulkan kerusakan, kewaspadaan dan kesiapan masyarakat tetap diperlukan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !