Warga di wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dikejutkan oleh gempa susulan yang terjadi setelah rangkaian gempa mengguncang wilayah Flores. Getaran tersebut membuat warga yang tengah bertahan di tenda pengungsian spontan keluar dan mencari tempat yang dianggap lebih aman.
Situasi tersebut menggambarkan masih tingginya kekhawatiran masyarakat terhadap aktivitas gempa yang terjadi secara berulang. Sebagian warga memilih tetap berada di luar bangunan karena masih merasa khawatir terhadap kondisi rumah maupun kemungkinan munculnya getaran susulan lainnya.
Sebelumnya, wilayah Manggarai dan sejumlah daerah di Flores turut merasakan dampak gempa kuat yang terjadi di kawasan Nusa Tenggara Timur. BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Ruteng, Manggarai, pada Minggu (16/8/2026) pagi. Episenter gempa berada di laut sekitar 84 kilometer timur laut Ruteng dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. :contentReference[oaicite:0]{index=0}
Rangkaian gempa yang terjadi sebelumnya juga membuat masyarakat memilih untuk mengungsi sementara. Sejumlah warga mendirikan tenda darurat di sekitar rumah maupun lokasi pengungsian karena merasa lebih aman berada di ruang terbuka. Kondisi tersebut terutama dirasakan oleh warga yang bangunan tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Ketakutan terhadap gempa susulan menjadi salah satu alasan warga belum berani kembali sepenuhnya ke dalam rumah. Di sejumlah wilayah terdampak, masyarakat memilih tidur dan beraktivitas di tenda sambil menunggu kondisi dinilai lebih aman. Langkah tersebut juga menjadi bentuk kewaspadaan warga setelah merasakan beberapa kali getaran.
Selain menimbulkan kepanikan, gempa yang terjadi berulang turut memengaruhi aktivitas masyarakat. Warga harus menyesuaikan kegiatan sehari-hari dengan kondisi di lapangan, sementara petugas dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap masyarakat yang terdampak.
Dalam situasi pascagempa, masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah. Warga juga perlu memperhatikan kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke rumah, terutama apabila terdapat kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan.
Rangkaian gempa di wilayah Flores menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Pemerintah, petugas kebencanaan, dan masyarakat perlu terus memperkuat koordinasi agar proses evakuasi, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Hingga kini, aktivitas kegempaan di wilayah NTT masih menjadi perhatian. Masyarakat di daerah terdampak diharapkan tetap waspada tanpa menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai gempa dan kemungkinan gempa susulan sebaiknya diperoleh melalui sumber resmi agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !