Harga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat, 31 Juli 2026. Kenaikan tersebut terjadi pada sejumlah produk logam mulia yang dijual, mulai dari emas Antam, UBS, hingga Galeri 24. Perubahan harga ini mengikuti pergerakan harga emas global serta penyesuaian pasar domestik yang dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah dan permintaan investasi masyarakat.
Berdasarkan daftar harga terbaru, emas Antam ukuran 1 gram di Pegadaian dibanderol sekitar Rp2.721.000. Sementara itu, emas UBS ukuran yang sama dijual sekitar Rp2.607.000 per gram, sedangkan emas Galeri 24 dipasarkan dengan harga sekitar Rp2.595.000 per gram. Ketiga produk tersebut tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena memiliki tingkat kemurnian tinggi dan mudah diperjualbelikan kembali.
Selain ukuran 1 gram, Pegadaian juga menyediakan berbagai pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Variasi tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin berinvestasi sesuai kemampuan finansial masing-masing. Umumnya, semakin besar ukuran emas yang dibeli, harga per gram menjadi lebih rendah sehingga lebih menguntungkan bagi investor jangka panjang.
Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya pergerakan harga emas dunia, kebijakan suku bunga bank sentral, kondisi ekonomi global, serta fluktuasi nilai tukar mata uang. Dalam situasi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih karena dianggap mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
Pengamat pasar menilai tren harga emas masih berpotensi bergerak dinamis mengikuti perkembangan ekonomi internasional. Oleh karena itu, masyarakat yang ingin membeli ataupun menjual emas disarankan untuk memantau perubahan harga setiap hari agar dapat menentukan waktu transaksi yang lebih tepat. Pegadaian juga secara rutin memperbarui daftar harga emas melalui kanal resminya sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat sebelum melakukan pembelian.
Bagi investor, selain memperhatikan harga beli, nilai buyback atau harga jual kembali juga menjadi pertimbangan penting. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali dapat memengaruhi potensi keuntungan investasi, terutama bagi mereka yang berencana menyimpan emas dalam jangka pendek maupun menengah. Karena itu, memahami pergerakan harga secara berkala menjadi langkah yang bijak sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan tren harga yang terus berubah mengikuti dinamika pasar global, emas diperkirakan masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Stabilitas nilai serta tingginya tingkat likuiditas membuat logam mulia tetap menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin melakukan diversifikasi aset maupun menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !