Semester I 2026, Chandra Daya Investasi Catat Pendapatan US$82,1 Juta, Perkuat Kinerja Bisnis Infrastruktur

KINERJA KEUANGAN – Total aset CDIA per 30 Juni 2026 tercatat meningkat 10,9 persen menjadi USD1,93 miliar dari USD1,74 miliar pada 31 Desember 2025.

Semester I 2026, Chandra Daya Investasi Catat Pendapatan US$82,1 Juta, Perkuat Kinerja Bisnis Infrastruktur

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang Semester I 2026 dengan membukukan pendapatan sebesar 82,1 juta dolar Amerika Serikat. Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan bisnis perusahaan di sektor infrastruktur pendukung industri, sekaligus menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja operasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Manajemen perusahaan menyampaikan bahwa peningkatan pendapatan didorong oleh kontribusi dari berbagai lini usaha strategis yang dijalankan perseroan. Unit bisnis yang bergerak di bidang penyediaan energi, logistik, pengelolaan air, kepelabuhanan, serta layanan infrastruktur industri terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaan selama enam bulan pertama tahun 2026.

Selain pertumbuhan pendapatan, perusahaan juga terus memperkuat efisiensi operasional melalui optimalisasi aset dan peningkatan produktivitas di seluruh unit usaha. Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga profitabilitas perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah meningkatnya kebutuhan layanan infrastruktur bagi sektor industri nasional.

Chandra Daya Investasi menilai bahwa prospek bisnis infrastruktur industri di Indonesia masih memiliki peluang yang sangat besar. Pertumbuhan investasi di sektor manufaktur, petrokimia, energi, serta kawasan industri diperkirakan akan terus meningkatkan permintaan terhadap layanan pendukung seperti pasokan listrik, pengelolaan air industri, logistik, hingga fasilitas pelabuhan yang menjadi fokus bisnis perseroan.

Sepanjang Semester I 2026, perusahaan juga melanjutkan berbagai program pengembangan bisnis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Investasi pada penguatan kapasitas operasional, modernisasi fasilitas, serta pengembangan teknologi menjadi prioritas agar perusahaan mampu memberikan layanan yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan kepada para pelanggan.

Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dipengaruhi fluktuasi harga energi, nilai tukar mata uang, serta ketidakpastian geopolitik, perseroan tetap optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan. Diversifikasi sumber pendapatan serta model bisnis yang terintegrasi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kinerja keuangan perusahaan.

Manajemen juga menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), memperkuat aspek keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham. Langkah tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia solusi infrastruktur industri yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Ke depan, Chandra Daya Investasi akan terus memanfaatkan berbagai peluang investasi baru seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur industri di Indonesia. Dengan fundamental bisnis yang kuat, strategi ekspansi yang terukur, serta dukungan terhadap pembangunan industri nasional, perusahaan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan pendapatan sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di sektor infrastruktur pendukung industri.

Jurnalis : Danilo Fernandes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !