Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan penting kepada 1.204 Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 saat melantik mereka di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa seorang aparatur negara harus bekerja dengan penuh keikhlasan, menjunjung tinggi integritas, serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil.
Prabowo mengingatkan bahwa menjadi pamong praja bukan sekadar memperoleh jabatan atau pangkat, melainkan sebuah amanah besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Menurutnya, seorang aparatur pemerintahan harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta menjadi pelayan publik yang mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Dalam pesannya, Presiden menyampaikan bahwa apabila seorang pemimpin menghadapi keraguan ketika harus mengambil keputusan, maka pilihan terbaik adalah keputusan yang memberikan manfaat paling besar bagi rakyat. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan hendaknya berpihak kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi paling lemah, miskin, dan membutuhkan perhatian pemerintah. Dengan menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai dasar pertimbangan, seorang pemimpin diyakini tidak akan keliru dalam menjalankan tugasnya.
Prabowo juga mengajak para lulusan IPDN untuk selalu bekerja dengan hati, menjauhi sikap arogan, serta membangun kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, aparatur pemerintahan harus hadir di tengah rakyat, memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, profesional, serta berkeadilan. Keberhasilan seorang pamong praja tidak diukur dari kedudukannya, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat atas pengabdiannya.
Presiden turut mengapresiasi para pamong praja muda yang sebelum resmi dilantik telah terlibat dalam membantu penanganan bencana banjir bandang di Aceh. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bukti bahwa aparatur pemerintahan harus siap hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Menurut Prabowo, semangat pengabdian seperti itulah yang harus terus dipertahankan selama menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Selain menekankan pentingnya keberpihakan kepada rakyat, Presiden juga mengingatkan bahwa integritas merupakan modal utama bagi setiap aparatur negara. Seorang pemimpin dituntut menjaga kepercayaan publik melalui sikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, serta menjunjung tinggi etika dalam menjalankan pemerintahan. Dengan integritas yang kuat, pemerintahan dapat berjalan secara efektif dan memperoleh kepercayaan masyarakat.
Melalui pesan tersebut, Prabowo berharap seluruh lulusan IPDN mampu menjadi aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, serta memiliki semangat melayani. Ia menegaskan bahwa tugas utama seorang pamong praja adalah memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih, responsif, serta berpihak kepada kepentingan rakyat.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !