Wacana mengenai sosok yang akan mengisi jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) terus menjadi perhatian berbagai kalangan setelah adanya proses pergantian kepemimpinan di bank sentral. Menanggapi hal tersebut, Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), John Eddy Junarsin, menilai bahwa calon Gubernur BI tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan teknis di bidang ekonomi, tetapi juga harus mempunyai kemampuan membangun komunikasi serta akses politik yang baik agar dapat menjalankan tugas secara efektif.
Menurut John, posisi Gubernur BI merupakan jabatan strategis yang memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas moneter, mengendalikan inflasi, menjaga nilai tukar rupiah, hingga memastikan sistem pembayaran nasional berjalan dengan baik. Karena itu, sosok yang mengemban amanah tersebut harus memiliki pemahaman mendalam mengenai ekonomi makro, kebijakan moneter, sistem keuangan, serta dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Selain kompetensi akademik, John menilai calon Gubernur BI idealnya merupakan ekonom atau ekonom keuangan yang telah menempuh pendidikan doktoral. Latar belakang pendidikan yang kuat dinilai penting untuk menjaga kredibilitas Bank Indonesia sebagai bank sentral yang memiliki independensi dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan moneter nasional. Di samping itu, pengalaman profesional yang luas juga menjadi nilai tambah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan menjalin komunikasi dengan pemerintah, DPR, pelaku usaha, hingga lembaga internasional merupakan syarat penting yang tidak boleh diabaikan. Seorang Gubernur BI harus mampu membangun koordinasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan agar setiap kebijakan yang diambil dapat berjalan secara efektif tanpa mengurangi independensi bank sentral dalam menjalankan tugasnya.
John menilai Indonesia memiliki banyak figur yang memenuhi kriteria tersebut. Kandidat potensial tidak hanya berasal dari internal Bank Indonesia, tetapi juga dapat berasal dari Kementerian Keuangan, kalangan akademisi, maupun lembaga lain yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang ekonomi dan keuangan. Menurutnya, keberadaan sumber daya manusia berkualitas menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menentukan pemimpin baru Bank Indonesia.
Ia juga memberikan perhatian terhadap jajaran Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dinilai memiliki pengalaman praktis dan kapasitas yang memadai untuk dipertimbangkan. Salah satu nama yang disebut memiliki pengalaman kuat adalah Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, yang saat ini menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia
Pengamat menilai bahwa pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia menjadi momentum penting untuk memastikan kesinambungan kebijakan moneter nasional. Tantangan seperti menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, memperkuat sektor keuangan, serta menghadapi ketidakpastian ekonomi global membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan yang kuat, integritas tinggi, dan kemampuan mengambil keputusan secara independen demi menjaga kepercayaan pasar.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !