Penjaga Sekolah Diduga Peras Puluhan Siswa SD untuk Biayai Judi Online, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ilustrasi murid, siswa, pelajar, SD.

 

Penjaga Sekolah Diduga Peras Puluhan Siswa SD untuk Biayai Judi Online, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasus dugaan pemerasan terhadap puluhan siswa sekolah dasar menggemparkan masyarakat setelah seorang penjaga sekolah berinisial AS diamankan aparat kepolisian. Pria tersebut diduga melakukan aksi pemerasan terhadap sejumlah siswa dengan meminta uang secara berulang, kemudian menggunakan hasilnya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, termasuk bermain judi online. Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena korbannya merupakan anak-anak usia sekolah dasar yang seharusnya mendapatkan perlindungan di lingkungan pendidikan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi pemerasan diduga berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni sejak tahun 2023 hingga 2026. Para korban yang berusia sekitar 11 hingga 15 tahun mengaku diminta menyerahkan uang dengan nominal antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu setiap kali bertemu pelaku. Karena merasa takut dan berada di bawah tekanan, sebagian besar korban memilih menuruti permintaan tersebut tanpa berani menceritakan kejadian yang dialami kepada orang tua maupun guru.

Kasus ini akhirnya terungkap setelah sejumlah orang tua siswa merasa curiga karena anak-anak mereka sering meminta uang dengan alasan yang tidak jelas. Setelah dilakukan komunikasi dengan para korban, diketahui bahwa uang tersebut diduga diserahkan kepada penjaga sekolah. Para orang tua kemudian bersama perangkat desa, ketua RT/RW, serta aparatur kecamatan mendatangi kantor kepolisian untuk melaporkan dugaan tindak pidana tersebut agar segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Bintan Timur segera melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para korban dan saksi. Setelah memperoleh bukti awal yang cukup, polisi berhasil mengamankan pelaku di kediamannya tanpa perlawanan. Dalam penangkapan tersebut, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya telepon genggam, dompet milik pelaku, serta dokumen hasil pemeriksaan terhadap para korban yang akan digunakan dalam proses penyidikan.

Saat menjalani pemeriksaan, pelaku mengakui telah meminta uang kepada para siswa. Sebagian uang hasil pemerasan tersebut diakuinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara sebagian lainnya dipakai untuk bermain judi online. Keterangan tersebut masih terus didalami oleh penyidik guna memastikan besaran kerugian yang dialami para korban serta kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Karena itu, setiap bentuk kekerasan, intimidasi, maupun pemerasan terhadap peserta didik akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga membuka ruang bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban untuk memberikan keterangan tambahan guna memperkuat proses penyidikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dari seluruh pihak terhadap aktivitas anak di lingkungan sekolah. Orang tua diharapkan membangun komunikasi yang terbuka dengan anak agar berani menyampaikan apabila mengalami tekanan, ancaman, atau tindakan yang merugikan. Sementara pihak sekolah diharapkan memperkuat sistem pengawasan terhadap seluruh tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Hingga saat ini, proses penyidikan masih terus berlangsung. Kepolisian memastikan akan menangani perkara tersebut secara profesional dan transparan serta mendalami kemungkinan adanya korban tambahan maupun tindak pidana lain yang berkaitan dengan kasus tersebut. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui adanya tindakan serupa sehingga dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Jurnalis : Danilo Fernandes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !