Pengakuan Satpam Fiktor Usai Viral Sujud kepada Sopir Alphard, Mengaku Takut Kehilangan Pekerjaan

“`html

Pengakuan Satpam Fiktor Usai Viral Sujud kepada Sopir Alphard, Mengaku Takut Kehilangan Pekerjaan

Fiktor, seorang petugas keamanan yang videonya viral karena terlihat bersujud di hadapan sopir mobil Toyota Alphard, akhirnya memberikan penjelasan mengenai peristiwa yang menyita perhatian publik tersebut. Ia mengaku tindakannya dilakukan bukan karena merasa bersalah, melainkan sebagai upaya meredam situasi yang memanas dan menghindari persoalan yang dapat berujung pada hilangnya pekerjaannya.

Menurut pengakuannya, insiden bermula ketika ia menjalankan tugas sebagai petugas keamanan dengan menegur pengemudi mobil Alphard yang diduga melakukan pelanggaran lalu lintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Sebagai bagian dari tugas menjaga ketertiban di area tersebut, Fiktor berusaha menghentikan kendaraan dan mengarahkan pengemudi agar mematuhi aturan yang berlaku.

Namun, teguran tersebut justru memicu adu mulut antara kedua belah pihak. Situasi semakin tegang ketika sopir mobil tidak menerima tindakan yang dilakukan petugas keamanan. Perdebatan yang berlangsung di lokasi menarik perhatian warga sekitar hingga akhirnya direkam oleh sejumlah orang dan menyebar luas melalui berbagai platform media sosial.

Dalam keterangannya, Fiktor menjelaskan bahwa keputusan untuk bersujud di hadapan sopir bukanlah bentuk pengakuan kesalahan, melainkan usaha agar persoalan tidak semakin membesar. Ia mengaku khawatir insiden tersebut akan berdampak pada pekerjaannya sebagai petugas keamanan. Oleh karena itu, ia memilih merendahkan diri demi mengakhiri perselisihan yang sedang terjadi.

“Saya hanya ingin masalah cepat selesai. Saya takut kehilangan pekerjaan karena ini menyangkut tanggung jawab saya sebagai satpam,” ungkapnya saat memberikan penjelasan kepada media. Ia juga menyatakan bahwa selama bertugas dirinya selalu berusaha menjalankan aturan dan menjaga ketertiban sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Video yang memperlihatkan aksi Fiktor bersujud menuai beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian besar warganet menyampaikan rasa simpati karena menilai tindakan tersebut dilakukan akibat tekanan situasi serta kekhawatiran kehilangan mata pencaharian. Tidak sedikit pula yang berharap setiap petugas keamanan mendapatkan perlindungan saat menjalankan tugasnya di lapangan.

Pengamat menilai bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat penting mengenai perlunya saling menghormati antara masyarakat dan petugas yang sedang menjalankan tugas. Setiap perselisihan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa mengedepankan emosi maupun tindakan yang dapat merugikan salah satu pihak.

Kasus ini juga menjadi perhatian aparat kepolisian yang kemudian melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Diharapkan penyelesaian dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan keterangan dari seluruh pihak yang terlibat sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Masyarakat pun diimbau untuk tetap menghormati petugas yang bekerja menjaga ketertiban di ruang publik sekaligus menyelesaikan setiap perbedaan melalui jalur yang bijaksana dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

“`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !