Sebanyak 134 karya fotografi hasil kreativitas siswa Sekolah Rakyat dipamerkan dalam ajang Lomba Fotografi Karya Anak dan Remaja Awan Cerah 2026 yang berlangsung di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengekspresikan gagasan, pengalaman hidup, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia melalui medium fotografi. Keikutsertaan para siswa juga menjadi bukti bahwa kesempatan berkarya dapat diberikan kepada seluruh anak Indonesia tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Dalam pameran tersebut, sebanyak 74 siswa yang berasal dari 36 Sekolah Rakyat menampilkan karya-karya terbaik mereka. Foto-foto yang dipamerkan mengangkat beragam tema, mulai dari aktivitas keseharian di lingkungan sekolah, kehidupan keluarga, lingkungan sekitar, hingga kekayaan budaya Indonesia yang mereka abadikan melalui kamera telepon genggam. Berbagai karya tersebut menghadirkan sudut pandang yang unik karena lahir dari pengalaman hidup para siswa yang beragam. Lomba Fotografi Awan Cerah 2026 mengusung tema “Yang Muda, Yang Berbudaya”. Tema tersebut dipilih sebagai upaya mengajak generasi muda untuk kembali mengenal, mencintai, serta melestarikan budaya Indonesia di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Melalui karya visual, para peserta diajak menyampaikan pesan bahwa budaya Indonesia tetap relevan dan memiliki nilai yang patut dijaga oleh generasi penerus bangsa.
Salah satu penggagas kegiatan, Retno Audite Dwiastini atau yang akrab disapa Dite, menyampaikan apresiasinya atas keikutsertaan siswa Sekolah Rakyat dalam ajang tersebut. Menurutnya, pengalaman hidup para siswa memberikan perspektif yang berbeda dalam memaknai budaya dan kehidupan sehari-hari. Ia menilai keberagaman sudut pandang itulah yang menjadikan setiap karya memiliki cerita dan pesan yang kuat untuk disampaikan kepada masyarakat melalui fotografi.
Pameran Fotografi dan Lokakarya Awan Cerah 2026 sendiri berlangsung mulai 3 Juli hingga 1 Agustus 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum. Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah pertama kali digelar pada 2023. Selain karya siswa Sekolah Rakyat, pameran juga menghadirkan total 1.206 karya fotografi dari peserta berusia 6 hingga 16 tahun yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tingginya jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya minat anak-anak dan remaja terhadap dunia fotografi sebagai media berekspresi dan belajar.
Keikutsertaan siswa Sekolah Rakyat tidak hanya berhenti pada proses pengiriman karya. Puluhan siswa juga berkesempatan mengunjungi galeri untuk melihat hasil karya mereka dipajang berdampingan dengan karya peserta lainnya. Pengalaman tersebut memberikan motivasi tersendiri karena mereka dapat menyaksikan secara langsung bagaimana hasil kreativitasnya diapresiasi oleh publik. Salah seorang peserta mengaku bangga karena foto yang diambil menggunakan kamera telepon seluler kini dapat dipamerkan di sebuah galeri seni dan dinikmati oleh banyak pengunjung.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter, kreativitas, serta rasa percaya diri para siswa Sekolah Rakyat. Melalui fotografi, mereka belajar mengamati lingkungan, menyusun cerita visual, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkaya proses pendidikan karena memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan ide dan pengalaman hidup mereka secara positif.
Penyelenggara berharap Lomba Fotografi Awan Cerah dapat terus menjadi ruang kolaborasi bagi anak-anak Indonesia untuk berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya bangsa melalui sudut pandang generasi muda. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan seperti ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak talenta kreatif yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis di bidang fotografi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya, lingkungan, dan kehidupan sosial di sekitarnya.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !