Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Nevirizal, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setelah unggahan anaknya yang memperlihatkan liburan ke Korea Selatan dan sejumlah negara di Eropa menjadi viral di media sosial. Unggahan tersebut memicu berbagai reaksi publik karena dinilai menunjukkan gaya hidup mewah di tengah kondisi masyarakat Gayo Lues yang masih berupaya bangkit dari berbagai persoalan, termasuk dampak bencana yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.
Dalam keterangannya, Nevirizal mengaku menyesali kegaduhan yang muncul akibat unggahan sang anak. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah maupun masyarakat yang merasa tersinggung atas konten tersebut. Menurutnya, tindakan anaknya dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak yang dapat ditimbulkan di ruang publik sehingga memunculkan berbagai persepsi negatif terhadap dirinya sebagai pejabat daerah.
Nevirizal menjelaskan bahwa dokumentasi perjalanan ke luar negeri yang diunggah di media sosial merupakan perjalanan yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa perjalanan tersebut bukan menggunakan fasilitas negara maupun anggaran pemerintah. Selain itu, ia mengaku tidak ikut dalam rombongan ketika keluarganya melakukan perjalanan ke luar negeri tersebut.
Sorotan publik juga mengarah pada unggahan lain yang memperlihatkan sejumlah jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) di rumahnya. Menanggapi hal tersebut, Nevirizal menjelaskan bahwa BBM tersebut dibeli pada akhir tahun lalu untuk mendukung penanganan bencana ketika pasokan bahan bakar di daerah mengalami kelangkaan. Ia membantah adanya tujuan untuk menimbun BBM demi kepentingan pribadi dan menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dalam konteks kebutuhan penanganan darurat.
Menurut Nevirizal, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi dirinya dan keluarga mengenai penggunaan media sosial. Ia mengakui kurang melakukan pengawasan terhadap aktivitas anaknya di dunia digital sehingga unggahan tersebut akhirnya menjadi konsumsi publik dan memunculkan polemik yang cukup luas. Ia pun menyatakan telah meminta anaknya agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak lagi mengunggah konten yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Peristiwa tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat yang menilai pejabat publik beserta keluarganya perlu menjaga sikap serta memberikan contoh yang baik, terutama dalam penggunaan media sosial. Di era digital, setiap unggahan yang dipublikasikan dapat dengan mudah tersebar luas dan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. Oleh karena itu, transparansi, kehati-hatian, dan sensitivitas terhadap kondisi sosial dinilai menjadi hal yang sangat penting bagi setiap penyelenggara negara maupun anggota keluarganya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral atas polemik yang berkembang, Nevirizal kemudian mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap etika pemerintahan sekaligus upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang dipimpinnya.
Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !