LEBAK – Suasana silaturahmi pasca perayaan Idul Fitri 1447 H sepatutnya menjadi momen yang hangat untuk mempererat tali persaudaraan dan sinergi antar elemen masyarakat.
Namun, hal berbeda justru dialami oleh awak media yang berkunjung ke kediaman Kepala Desa Parung Kujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (26/3/2026).
Rombongan jurnalis yang hadir dengan niat baik untuk menjalin kemitraan dan komunikasi justru mendapati fakta bahwa Kepala Desa (Kades) setempat terlihat enggan ditemui dan cenderung menghindar. Sikap tersebut memunculkan spekulasi serta kekecewaan mendalam di kalangan insan pers.
“Kami hadir dengan itikad murni untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi yang konstruktif antara insan pers dan pemerintahan desa. Namun, respon yang kami terima justru seolah menutup diri.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar, seolah-olah terdapat hal yang disembunyikan,” ungkap Heri, salah satu perwakilan wartawan yang turut dalam kunjungan tersebut.
Lebih lanjut, awak media menilai sikap yang ditunjukkan sangat tidak menghargai fungsi pers sebagai mitra strategis pemerintah.
“Kami menyesalkan sikap Kades Parung Kujang yang terkesan arogan dan tertutup. Penolakan untuk bertemu ini memicu kecurigaan yang kuat, terutama dikaitkan dengan pengelolaan keuangan desa. Publik berhak tahu, termasuk mengenai realisasi anggaran Dana Desa tahun anggaran 2025,” tegasnya.
Para jurnalis menegaskan bahwa kedatangan mereka sama sekali tidak bermaksud mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya membangun kemitraan yang seharusnya terjalin harmonis.
“Kemitraan antara pers dan pemerintah desa adalah keniscayaan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Kami berharap ke depannya Kepala Desa dapat lebih terbuka dan responsif terhadap aspirasi serta kehadiran media,” pungkasnya.
Reporter by: Aceng Sutisna
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !