CIANJUR – Gunung Padang yang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikenal sebagai situs megalitikum tertua di Indonesia. Bahkan, para peneliti menempatkan situs ini sebagai salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Informasi ini kembali menarik perhatian publik pada Selasa, 13 Januari 2026.
Para ahli memperkirakan Gunung Padang telah berdiri sejak sekitar 5.200 tahun sebelum Masehi. Selain itu, sejumlah peneliti juga menyampaikan klaim bahwa usia situs ini dapat mencapai antara 9.000 hingga 20.000 tahun. Perbedaan pendapat tersebut hingga kini masih memicu diskusi di kalangan akademisi.
Ahli geologi asal Belanda, N.J. Krom, pertama kali melaporkan keberadaan Gunung Padang pada tahun 1914. Namun demikian, penelitian secara intensif baru dimulai pada 1979 ketika Badan Arkeologi Nasional Indonesia melakukan kajian lebih mendalam terhadap situs tersebut.
Gunung Padang memiliki lima teras batu yang tersusun secara melingkar. Setiap teras menunjukkan diameter yang semakin membesar ke arah atas. Struktur ini mencerminkan perencanaan matang dan keterampilan teknis masyarakat purba pada masanya.
Para arkeolog meyakini teras-teras batu di Gunung Padang berfungsi sebagai tempat ritual keagamaan atau pemujaan. Selain itu, susunan batu yang presisi menunjukkan tingkat pengetahuan dan teknologi masyarakat prasejarah yang cukup maju.
Hingga kini, para peneliti masih memperdebatkan usia sebenarnya dari Gunung Padang. Sebagian penelitian menyebut usia situs berkisar antara 2.500 hingga 4.000 tahun. Sementara itu, penelitian lain mengemukakan kemungkinan usia situs mencapai 10.000 hingga 20.000 tahun.
Pemerintah telah menetapkan Gunung Padang sebagai situs cagar budaya. Saat ini, kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi wisata sejarah yang populer di Jawa Barat. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam sekaligus keunikan struktur megalitikum yang masih terjaga.
Selain itu, pengelola menetapkan harga tiket masuk yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp5.000. Dengan biaya tersebut, pengunjung dapat menjelajahi kawasan situs sambil mempelajari jejak peradaban kuno Nusantara.
(Red)
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !