BEKASI – Cibarusah, sebuah kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memiliki sejarah panjang dan kaya. Nama “Cibarusah” berasal dari bahasa Sunda, yaitu “Tah, ieu cai baru sah”, yang artinya “Nah, air ini baru sah”. Jum’at 25/12/2025.

Nama ini diberikan oleh seorang ulama yang menyertai Pangeran Senopati ketika menemukan sumber air bersih di daerah tersebut.
Pada abad ke-17, Cibarusah menjadi Tanah Partikelir atau tanah swasta yang dimiliki oleh tuan tanah yang sangat luas, bernama “Land Tjibaroesa”, bagian dari Karesidenan Buitenzorg (Bogor), Hindia Belanda. Pada tahun 1938, Land Tjibaroesa diakuisisi oleh pemerintah Hindia Belanda dan menjadi Kawedanan Jonggol.
Cibarusah juga memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Masjid Al Mujahidin di Cibarusah menjadi markas besar Laskar Hizbullah Sabilillah, yang dipimpin oleh Kyai H. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahid Hasyim.
Selain itu, Cibarusah juga menjadi tempat bersemayamnya makam pejuang dan ulama besar, KH Makmun Nawawi.
Kecamatan Cibarusah terletak di bagian selatan Kabupaten Bekasi, dengan ketinggian rata-rata 50-135 meter di atas permukaan laut.
Daerah ini dikenal sebagai salah satu daerah pertanian yang subur dan memiliki topografi sedikit berbukit. ( Red )
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !